
Mateng, Katinting.com – Tidak kurang dari tiga kali tabuhan, suara gong yang ditabuh oleh Wakil Bupati Mamuju Tengah, H Muh Amin Jasa, menggema bertalu talu, di tempat kegiatan, tepatnya di Desa Salugatta, Kecamatan Budong budong, Kamis (02/09).
Tampak sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda, unsur tripika dari kecamatan Buodng budong, sejumlah pejabat teras dari pemerintah kabupaten Mamuju Tengah, diantaranya, Sekertaris Kabupaten Askary Anwar, Kepala Bappeda Ishaq Yunus, beserta unsur kecamatan dan desa, mengikuti rembuk stunting tingkat kecamatan 2021, sekaligus dirangkai dengan pencanagan Gerakan Cegah Stunting (Gemas).
Adalah wakil Bupati Mamuju Tengah, H Muh Amin Jasa, berkesempatan membuka kegiatan rembuk stunting dan pencanangan Gemas di Mamuju Tengah, dan sebelum kesempatan tiba padanya, Kepala Bappeda Mamuju Tengah, selaku koordinator kabupaten dari kegiatan ini, memberikan gambaran umum kegiatan tersebut kepada khalayak yang hadir.
Ia menuturkan, upaya yang di lakukan dalam rangka penurunan Stunting, ada delapan aksi Konpergensi, dimana aksi yang kita lakukan pada hari ini adalah aksi yang ke tiga dari delapan aksi yang harus dan diwajibkan pemerintah daerah untuk setiap tahunnya.
“Jadi ini, perlu diketahui kalau Pemkab Mamuju Tengah, sudah memasuki aksi ketiga sampai saat ini, sebagai upaya intervensi kita, menekan angka stunting di Mamuju Tengah” tutur Ishaq.
Kemudian Ia memaparkan bahwa, tujuan yang ingin Pemkab hasilkan dari kegiatan dan berbagai upayanya, agar kita bisa menyampaikan hasil analisis situasi dan rencana kegiatan.
“Tentu endingnya, adalah kita mendeklarasikan komitmen kita dalam penurunan stunting di Bumi Lalla Tassisara, agar output berupa penurunan stunting di Mamuju Tengah yang dilakukan bersama semua stakeholder terkait” papar Ishaq, sebagai gambaran dari kegiatan itu.
Ketika tiba saat Wakil Bupati Mamuju Tengah, H Muh Amin Jasa, di hadapan para undangan dan peserta rembuk stunting, Ia menegaskan, salah satu faktor yang berpengaruh terhadap stunting adalah ketahanan pangan dan gizi.
“Karena dengan kecukupan pangan, akan mendukung tercapainya status gizi yang baik, agar semua orang termasuk kita semua dapat terhindar dari stunting” tegas Amin.
Lanjut mantan Sekkab Mamuju Tengah pertama ini, membicarakan cara penanganan stunting, tidak kemudian menjadi tanggungjawab pemerintah sepenuhnya, semua stakeholder diluar pemerintah mesti terlibat, kalau pemerintah sendiri tentu upaya itu akan berjalan lamban bahkan mungkin bisa tak terselesaikan.
Jadi upaya ini mesti dibangun di atas komitmen bersama, karena bukan hanya soal ketersediaan gizi, ini juga berkaitan kebutuhan lain, seperti ketersedian air bersih, sanitasi yang layak, pola asuh dalam keluarga.
“Sebab itu perlu konvergensi stunting yang melibatkan semua stakeholder, seperti TP PKK dan kelompok penggerak masyarakat diluar PKK, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, nah inilah kemudian disebut gerakan bersama dalam satu komitmen, melalui pencanangan Gemas hari ini” pungkas Amin.
(Fhatur Anjasmara)






