Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pasca Banjir, Petani Jagung Meradang, Patimang : Kami Tak Punya Data, Belum Ada Laporan

Hamparan tanaman jagung milik warga yang rusak setelah di terjang banjir dua pekan lalu. (Dok Fhatur Anjasmara)

Mamuju Tengah, Katinting.com – Banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Mamuju Tengah, hingga dua pekan lalu, menyisakan persoalan baru bagi sebagian petani di wilayah yang terdampak banjir, karena sejumlah tanaman pertanian mereka, mengalami kerusakan dan gagal tumbuh.

Petani yang dominan mengalami kerugian dan saat ini meradang, adalah petani yang mengelola komoditas pertanian jangka pendek, seperti jagung, cabai dan sayur sayuran, karena dipastikan gagal panen karena gagal tumbuh lagi, dan ini dialami oleh para petani di Pangalloang, Salubiro, Passapa, dan Barakkang

Salah seorang petani jagung di Desa Pangalloang Kamal, menuturkan bahwa tidak kurang dari satu hektar tanaman jagung mereka mengalami kerusakan, akibat terendam beberapa hari oleh air terjangan banjir beberapa waktu lalu.

“Akibatnya, semua tak bisa kami harapkan lagi, bibit yang kami tanam kurang lebih sudah 10 hari sebelum banjir menerjang, juga sudah mati semua” tutur Kamal.

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Kepala Desa Pangalloang Herman, bahwa puluhan hektar lahan kebun jagung milik warga di desa yang di pimpinnya, mengalami kerusakan, sehingga menimbulkan kerugian bagi petani.

“Tentu ini, sangat memberatkan bagi petani yang nota bene warga kami, karena sudah pasti tidak bisa panen, namun biaya yang di keluarkan oleh mereka, untuk membeli bibit, juga bukan biaya yang sedikit” ungkap Herman.

Saat di hubungi Kepala Seksi Perbenihan & Pengendalian Opt Tanaman Pangan Dinas Pertanian Mamuju Tengah Patimang, hanya menyampaikan jika pihaknya belum punya data soal itu, karena belum ada laporan dari petugas PPL mereka di lapangan.

“Kami tak punya data, belum ada laporan dari PPL soal kerusakan pasca banjir” kilah Patimang.

Namun saat laman ini, menanyakan kenapa sampai itu terjadi, pihak Dinas Pertanian belum punya data sampai saat ini, sementara kejadiannya dari dua pekan lalu, Patimang tidak memberikan respon apapun.

(Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat