
Topoyo, Katinting.com – Tidak kurang dari 100 kios dan rumah toko (Ruko), di kompleks Pasar Topoyo, Mamuju Tengah tinggal puing berserakan, setelah dilalap api pada Sabtu dinihari tadi, sekira pukul 01.30 Wita, dan api baru bisa dikuasai pada pukul 05.30 WITA subuh tadi.
Kesaksian warga, menuturkan bahwa api mulai dari salah satu rumah warga dikompleks Pasar Topoyo, bagian Selatan dari bangunan Pasar Topoyo, lalu merembes melalap deretan bangunan Ruko kontruksi semi permanen deret arah barat. Kemudian karena api makin membesar, akhirnya api menyambar bangunan ruko dikompleks utama pasar, lalu memutar kearah barat, lalu keutara deretan ruko, masih dideret kompleks utama pasar, api terus menyala membakar deret kearah timur lalu nyeberang lagi keseberang jalan dideret ruko bagian timur.
Kontruksi bangunan dari kayu yang sudah tua, membuat api sulit dikuasai oleh petugas pemadam kebakaran, sehingga hanya dalam tempo tidak kurang dari 30 menit, semua deret ruko dan kios bersamaan dilalap ludes oleh sijago merah.
“Jadi ada tujuh armada pemadam yang bekerja pak, tapi saya lihat tidak mampu, karena material yang dilalap sijago merah adalah bangunan yang memang atasannya adalah kayu yang sudah sebagian lapuk, ditambah musim kemarau, maka api leluasa melululantakkan yang dilewatinya,” terang warga Topoyo, Nurdin dilokasi kejadian. Sabtu pagi (31/08).
Warga lainnya, Anita, menuturkan bahwa hanya satu dua pedagang yang bisa menyelamatkan sebagian barangnya, sebagian besar pedagang tak bisa berbuat banyak, karena api cepat bergeraknya, bahkan ada yang tak satupun yang mereka bisa selamatkan dari rukonya.
“Ini kejadian luar biasa, karena semua bangunan dikompleks pasar Topoyo, ludes terbakar dan tersisa,” tutur Anita.
Sementara itu, salah seorang koordinator Posko Damkar Mamuju Tengah, Syawaluddin, mengemukakan bahwa dirinya dan rekan-rekannya sesama petugas pemadam telah melakukan yang terbaik semaksimal mungkin, bahwa semua armada di kecamatan diminta merapat membackup armada dikota.
“Termasuk beberapa perusahaan juga mengirimkan armadanya, untuk membantu kami, tapi karena titik api cepat membesar akibat menyentuh material yang mudah terbakar sehingga cakupan kebakarannya cukup luas,” singkat Syawaluddin.

(Mahfudz)






