Mamuju, Katinting.com – Ketua DPD PAN Mamuju, Masram Jaya, mengungkapkan bahwa partainya tengah mempersiapkan dua kader untuk mendampingi Bupati petahana Mamuju, Sutinah Suhardi, sebagai Calon Wakil di Pilkada 2024.
BACA JUGA: Presiden Jokowi Tinjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang Telah Direhabilitasi
Masram menyebutkan bahwa Anggota DPRD Sulbar, H. Arif Daeng Mattemmu, dan Sekretaris PAN Mamuju, Muhammad Imran, diusulkan sebagai calon pendamping Sutinah. Hal ini diungkapkan saat menerima pengambilan formulir Cakada perwakilan Sutinah Suhardi pada Senin (22/042024).
Menyikapi hal ini, Direktur Logos Politika, Maenunis Amin, mengatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang biasa ketika setiap partai mengusulkan kadernya untuk berpasangan dengan Sutinah Suhardi.
“Kita perlu menghormati mekanisme penjaringan dari setiap partai, termasuk ketika mereka mengusulkan kader untuk Pilkada. PAN tentu melihat potensi kemenangan Sutinah yang lebih terbuka dibanding kandidat lainnya, baik sebagai petahana ataupun karena melihat tren elektoral Sutinah yang menduduki puncak survey,” ungkap Maenunis.
BACA JUGA: H. Ali Baal Masdar Mendaftar di Partai Demokrat untuk Pilgub Sulbar 2024
Ia menambahkan bahwa tren elektoral yang semakin positif bagi Sutinah akan menjadi daya tarik bagi sejumlah figur untuk berlomba mendapatkan posisi sebagai calon wakilnya.
“Saya yakin mayoritas partai dan figur non-partisan akan memprioritaskan posisi Calon Wakil Bupati untuk mendampingi Sutinah. Pada Pilkada 2020, tidak kurang dari 10 figur yang ingin menjadi calon wakil Sutinah, dan saya yakin di Pilkada 2024 ini jumlahnya akan lebih banyak,” tambah Maenunis.
Terkait mekanisme penjaringan calon wakil Sutinah, direktur Perspektif Mamuju, Yuslifar Yunus Djafar, menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan survei pada bulan Mei.
“Sudah ada beberapa nama yang masuk dalam penjaringan, dan kita akan menyusunnya melalui survei bulan Mei mendatang. Kami masih menunggu partai lain membuka pendaftaran Cakada sehingga kami dapat berkoordinasi dengan Sutinah dan Partai Demokrat sebagai pengusung,” papar Yuslifar. (*)






