banner 728x90

PAD Tak Capai Target, Pansus Menyoal LKPJ Bupati Pasangkayu 

banner 728x90

Suasana Rapat Pansus LKPJ Bupati Pasangkayu

Pasangkayu, Katinting.com – Panitia khusus (pansus) laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pasangkayu tahun 2019 melakukan rapat di ruang aspirasi gedung DPRD Pasangkayu, Sulawesi Barat, Rabu, 8 April 2020.

Rapat pansus LKPJ Bupati Pasangkayu tahun 2019 ini, membahas sejumlah hal terkait capaian kerja pemerintah daerah Pasangkayu selama satu tahun.

Di antara pembahasan yang paling mencolok yakni pendapatan asli daerah (PAD). PAD daerah tahun ini, kata wakil ketua pansus, Saifuddin A Baso, tidak mencapai target.

Di tahun 2019 lalu juga tidak terlalu menggebirakan. Peningkatan yang dialami tidak signifikan dari tahun sebelumnya.

Bahkan parahnya, PAD Mamuju Tengah lebih tinggi dari Pasangkayu. Padahal banyak terget pajak dan retribusi yang bisa menggenjot PAD.

Ada sejumlah retribusi jadi pertanyaan pansus, seperti jasa parkir yang diduga tidak masuk kas daerah.

Perda ternak juga tak lepas dari soal, karena perda ini sudh cukup lama berlaku tapi dianggap tumpul.

Sedang IMB juga dianggap bisa meningkatkan PAD, justru terkesan kurang perhatian dari pihak pemerintah daerah.

Karena itu, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengundang dinas Perdagangan dan badan Pendapatan Daerah untuk memberikan penjelasan soal penerimaan PAD.

Selain PAD, target pencapaian dinas Pendidikan Dan Olahraga juga tak luput dari sorotan pansus. Pasalnya, diduga tenaga pengajar bersatus ASN masih kurang.

Ke depan, lanjut Saifuddin, ia menyarankan pemda membuka penerimaan berskala besar untuk formasi guru.

Setelah pembahasan internal, pihak pansus akan melakukan koordinasi dan konsultasi dengan sejumlah pakar dari Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.

Menurut Nurlatif, PAD selama ini stagnan. Sebab kata anggota DPRD Pasangkayu dari PDI Perjuangan ini, hasil tidak maksimal meski begitu banyak regulasi.

Soal distribusi tenaga pengajar, ia menyebut tidak merata. Sumber penghasilan tenaga honor juga tidak jelas. Sehingga hasil diharapkan tidak bisa maksimal.

Selain itu, ia juga meragukan data kependudukan. Karena di beberap tempat, ia katakan tidak terdata. Sebab itu, ia sarankan untuk dilakukan penertiban.

Di bidang inftrastruktur beranggaran kecil seperti plat deuker yang melekat pada dinas PUPR tak luput dari perhatian. Ia mengusulkan, baiknya hal itu diambil alih pemerintah desa.

Anggota pansus lainnya, Syukur mengatakan gesekan antar guru dengan kepala sekolah yang menyebabkan proses belajar mengajar tergangu. Dampaknya, kualitas pendidikan tidak meningkat, selain karena minim guru ASN.

Herman Yunus menilai, LKPJ bupati tak ubahnya laporan pengguna anggaran. Karena, tidak diuraikan pencapaian dalam laporan sebagaimana visi-misi yang tertuang dalam RPJMD kepala daerah.

Alasan lain ia katakan, LPKJ tidak mempunyai barometer tingkat keberhasilan bupati dalam mewujudkan visi dan misi.

Dua puluh persen alokasi dana pendidikan dari APBD, ia contohkan, tidak ada output yang sudah dihasilkan dan membuat bingung untuk menyimpulkan.

Dan terkahir rumah sakit menjadi sorotan. Karena, RSUD Ako sudah mempunyai cukup alat kelengkapan medis, tapi di sisi lain juga kekurangan sumber daya manusia.

Arham Bustaman

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "PAD Tak Capai Target, Pansus Menyoal LKPJ Bupati Pasangkayu "