Meriahnya Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Salabose Majene

Gubernur Sulbar ikuti prosesi pencucian benda pusaka Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Salabose Majene. (Dok. Zulkifl)

Majene, Katinting.com – Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1441 H di Masjid Syech Abdul Mannan, Lingkungan Salabose, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat kembali berlangsung meriah, Sabtu (9/11).

Maulid dilangsungkan di halaman masjid itu diawali dengan pembacaan Al Quran oleh empat Qiriah terbaik Provinsi Sulbar.

Hadir pada peringatan maulid Gubernur H Ali Baal Masar, Ketua DPRD Hj St Suraidah Suhardi, Kanwil Kemenag Sulbar Dr Muflih B Fattah dan Bupati Majene H Fahmi Massiara bersama Wakilnya Lukman.

Hadir juga sejumlah pimpinan Forkopimda, diantaranya Danlanal Mamuju Letkol Marinir Laode Jimmy Herisal R, Kapolres Majene AKBPP Banuaji, Kepala Divisi Pemasyarakat Kemenkumham Sulbar Elly Yuzar dan sejumlah pimpinan OPD.

Maulid di Salabose Majene memang selalu berlangsung meriah setiap tahun. Pejabat pemerintah dan masyarakat dari berbagai daerah berkumpul disini untuk memperingati hari kelahiran Rasulullah.

Yang menarik dari peringatan Maulid Nabi di Salabose Majene karena tak seperti perayaan maulid umumnya di masjid-masjid. Perayaan Maulid di Salabose ada tradisi antusias masyarakat menyediakan Tiriq (tempat penancapan telur) khas Mandar yang menjulang tinggi ke langit.

Tiriq tersebut dihiasi dengan kertas minyak berwarna-warni agar kelihatan indah. Bahkan beberapa Tiriq dibentuk dengan menyerupai kapal nelayan dan lemari yang diisi dengan berbagai jenis makanan dan buah.

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di lingkungan Salabose ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan bagi masyarakat muslim, namun telah menjadi agenda wisata religi yang telah di kenal luas di masyarakat Mandar.

Selain beberapa pagelaran budaya dan adat seperti pessawe to tammaq, pertunjukan tarian-tarian dan massossor (pencucian benda pusaka) namun tetap tidak lepas dari catatan sejarah masuknya Islam di Mandar Majene, yang di bawa oleh Syekh Abdul Mannan.

Bupati Majene H Fahmi Massiara mengatakan perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Salabose menandakan Majene sebagai simbol kota religi.

“Selain kota pendididkan. Majene ini juga sebagai kota religi, disini (Salabose) ada jejak penyebaran islam yang dilakukan oleh Syech Abdul Mannan sekitar abada 17 Masehi,”kata Fahmi Massiara.

Fahmi Massiara menuturkan pelaksanaan maulid di Salabose dilaksanakan dengan sentuhan budaya seperti Massossor. Namun tidak bermaksud mencampur adukkan dengan budaya dan syariat islam.

“Lebih kepada meneguhkan identitas kedaerahan yang juga bertujuan untuk semakin menyemarakan kegiatan ini,” terang Fahmi

Geburnur Sulbar Ali Baal Masdar berharap perayaan maulid di Salabose Majene terus ditingkatkan sebagai syiar islam di Mandar. Yang terpenting kata dia, perayaan Maulid tersebut semakin meningkatkan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kecintaan kita harus dalam bentuk meneladani akhlak Rasul. Melaksanakan semua sunnah atau anjuran-anjurannya dengan menjauh semua yang dilarang,”kata Gubernur.

Sementara Ketua DPRD St Suraidah berharap pemerintah provinsi memberikan support kepada Pemerintah Kabupaten Majene untuk terus meningkatkan perayaan Maulid di Salabose.

“Karena inikan merupakan agenda tahunan. Apalagi ini adalah wisata budaya dan religi yang perlu dikemas secara baik, dengan melibatan semua stakeholder yang ada, kasian Pemkab kalau tidak ditopan dengan anggara,”katanya.

Kata Suraidah, pihaknya sudah menyampaikan ke Pemerintah Provinsi. Mudah-mudahan di tahun 2020 sudah ada sinyal positif.

“Karena kami sudah bahasakan. Mengenaik rencana relokasi pelaksanaan Maulid. Saya tidak terlalu setujuh karena nilai pelaksanaa maulid ini ada di Salabose. Saya hanya sarankkan tempatnya dibenahi, harus tetap disini karena nilainya itu ada disini sebagai tempat penyebaran islam,”ujar mantan Ketua DPRD Mamuju itu.

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Meriahnya Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Salabose Majene"