Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Menggenjot Vaksinasi, Mengejar Herd Immunity

Laporan Dinkes Sulbar soal kasus Covid-19 Sulbar. (Ist)

Sulbar, Katinting.com – Secara kumulatif, capaian vaksinasi di Sulbar belum sampai pada angka 50 persen. Baik realisasi dosis pertama maupun dosis kedua. Kondisi itu merata di enam kabupaten di provinsi ke 33 ini.

Berdasarkan update rekap data vaksinasi Covid-19 yang dirangkum Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar per 24 September 2021, diketahui jika jumlah vaksin yang sudah masuk ke daerah ini 503.710 dosis. Rinciannya, Vaksin Sinovac 381.940 dosis, Astra Zeneca 36.930 dosis, dan Moderna 84.840 dosis.

Sementara target vaksinasi mencapai 1.089.240 jiwa. Sedangkan capaian dosis pertama baru mencapai 275.214 jiwa atau 25,27 persen. Untuk dodis kedua lebih realisasinya baru 135.256 jiwa atau 12,42 persen.

Dalam pelaksanaan di lapangan hingga 24 September, Dinkes Sulbar juga meluncurkan data realisasi vaksinasi pada enam kabupaten di provinsi ini. Rinciannya; Kabupaten Mamasa target vaksinasi 128.959 jiwa, capaian dosis pertama 37.193 (28,84 persen) dan dosis kedua 22.398 (17,37 persen); Kabupaten Polewali Mandar sasaran vaksinasi 370.054 jiwa, capaian dosis pertama 79.004 (21,36 persen) dan capaian dosis kedua 34.988 (9,45 persen).

Selanjutnya, target vaksinasi di Kabupaten Majene 130.261 jiwa, capaian dosis pertamanya 35.351 (27,14 persen) dan dosis kedua 15.786 (12,12 persen). Sedangkan, target vaksinasi Kabupaten Mamuju 211.371 jiwa, capaian dosis pertama 50.512 (23,90 persen) dan dosis kedua 25.200 (11,92 persen).

Berikutnya, Kabupaten Mamuju Tengah dengan target vaksinasi 103.244 jiwa, capaian dosis pertama 29.357 (28,43 persen) dan dosis kedua 15.362 (14.88 persen). Kemudian di Kabupaten Pasangkayu punya target vaksinasi 145.351 jiwa, capaian dosis pertamanya 43.757 (30,10 persen) dan capaian dosis kedua 21.522 jiwa (14,81 persen).

Sadar dengan kondisi tersebut, Pemprov Sulbar terus berupaya mematangkan pelaksanaan vaksinasi agar herd immunity yang diharapkan bisa terwujud. Agar on target, pada 24 September, pemprov menggelar rapat koordinasi percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Ada 32 unsur yang telribat dalam rapat ini.

Pada pertemuan itu, ditekankan pentingnya mengejar target vaksinasi untuk kelompok lansia, masyarakat umum dan remaja. Sebab ketiga kelompok inilah yang masih sangat capaian vaksinasinya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulbar Safaruddin Sanusi DM menjelaskan, terhadap masih rendahnya capaian vaksinasi tersebut, Pemprov Sulbar mengambil langkah-langkah strategis untuk memaksimalkan capaian target vaksinasi. Selain itu, dilakukan pula penguatan instrumen dan komunikasi dengan pemkab serta instansi vertikal agar vaksinasi ini semakin meluas
realisasinya.

“Kita sudah rapat dan membicarakan vaksinasi di tiap kabupaten. Posisi pemerintah provinsi adalah sebagai pendukung terhadap kabupaten. Sekarang ini dibangun tim untuk memantau dan mengevaluasi vaksinasi di setiap kabupaten,” kata Safaruddin.

Ia menyebut, upaya tersebut akan terus dipantau pergerakannya di semua sektor. Dan pelaksanaan vaksinasinasi ini semua terkoordinasi. “Jadi semua proses vaksinasi tetap terpantau,” ucap birokrat yang juga menjabat Kepala Dinas Kominfo Sulbar ini.

Tak lupa, Safaruddin juga meminta agar masyarakat semakin antusias menjalani vaksinasi. Dan untuk untuk kegiatan keseharian agar tetap menaati protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dari sudut pandang lain, masih banyaknya warga yang belum menjalani vaksinasi disebabkan beberapa faktor. Pertama, banyak warga yang termakan hoax terkait vaksinasi ini. Selanjutnya, warga belum mendapat informasi yang cukup mengenai manfaat vaksinasi. Kemudian, ada juga yang belum divaksin karena hanya sekedar ikut-ikutan saja.

Untuk itu, pemerintah dituntut untuk mengatasi hal tersebut jika target vaksinasinya ingin dicapai. Pemerintah bisa mengandalkan tokoh masyarakat hingga publik figur yang sudah melakukan vaksinasi. Mereka bisa diajak mempromosikan sekaligus menerangkan kepada khalayak bahwa vaksinasi merupakan salah satu hal penting untuk melindungi diri.

Intinya, untuk membujuk warga yang belum mau melakukan vaksinasi, pemerintah memang perlu menempuh pendekatan-pendekatan dan komunikasi yang lebih intens. Dengan begitu, perpektif warga terhadap vaksinasi ini juga semakin positif dan endingnya anstuasiasme vaksinasi juga meningkat.

(Arham Bustaman)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat