banner 728x90

Logos Sebut Rio Tak Paham Substansi Komunikasi antara Golkar dan PHS

banner 728x90

Maenunis Amin. (Dok. Anhar)

Polman, Katinting.com – Tanggapan Wakil Ketua Golkar, Muh. Amril (Rio) yang menuding Direktur Logos Politika memberikan opini liar ditanggapi balik dengan menyebutnya tidak memahami substansi komunikasi antara PHS dan Golkar.

Ia juga menyebut wakil ketua Golkar itu tidak update dan sepotong-sepotong menilai pertemuan antara PHS dengan para kader dan pengurus Golkar.

“Pertama, Rio harus tahu bahwa Prof. Husain sudah bertemu bukan hanya dengan ketua DPD II Polman dan Majene tapi juga dengan ketua DPD I Sulbar, Aras Tammauni. Kedua, PHS dengan DPP Golkar seperti Nurdin Halid, Alfian dan lainnya berkomunikasi tiap saat. Rio bicara politik jangan sebatas Mamuju dan Mateng saja. Minimal bicara regional kalau tidak bisa bicara nasional.” Ungkap Maenunis.

Ia juga menyebut Rio keliru memahami multiplier effect dalam komunikasi politik yang coba sama-sama dibangun antara PHS dengan Golkar.

“PHS itu figur non partisan berpengaruh. Artinya, ketika PHS dan Golkar hubungannya bagus, itukan otomatis potensi pemilih Golkar bisa bertambah. Itukan namanya PHS memberi efek positif bagi trend Golkar. Apakah nama PHS juga akan terdongkrak? Ya pastilah, itulah yang disebut multiplier effect.” Imbuhnya.

Maenunis menapik tudingan Rio yang yang menudingnya meremehkan Golkar. Ia sebaliknya menyarankan wakil ketua Golkar tersebut menggunakan data kalau berkomentar.

“Saya tidak pernah menafikan Golkar sebagai partai besar. Silahkan dicari di banyak media sudah saya gambarkan bagaimana potensi besar Golkar di Pilgub dan Pilbup 2024. Hanya kalau mau bicara data, Golkar memang sedikit mengalami penurunan trend baik di Pilkada ataupun Pileg. Misalnya, Golkar yang berjaya menduduki kursi 01 Sulbar sepanjang 2005 sampai 2015 tapi di Pilgub 2017 drastis turun dengan tidak mengusung kader bahkan kalah telak. Di Pileg juga begitu. 2009 Golkar di DPRD Sulbar punya 13 kursi dan menduduki ketua. Tapi di Pileg 2014 turun menjadi 9 kursi terus turun menjadi 8 kursi di 2019. Yang terbaru di Pilkada 2020, Golkar kalah di Majene dan Mamuju padahal mengusung petahana.” Terangnya lagi.

Meski demikian, Ia melihat peluang besar Golkar untuk bisa bangkit kembali di bawah komando Aras Tammauni.

“Peluang Golkar terbuka untuk kembali mendominasi dibawah kepemimpinan pak Aras. Nah, orang-orang muda seperti Rio inilah yang harus tampil aktif membantu ketuanya. Sajikan data dan kalau bicara politik Sulbar, sekali lagi jangan hanya sebatas Mamuju dan Mateng saja tapi komprehensif enam kabupaten. Daripada sibuk menuding sesama pengurus dan kader Golkar, Rio sebaiknya banyak-banyak keluar ke kabupaten lain konsolidasikan pak Aras.” Beber Maenunis.

Mantan konsultan pemenangan Sutinah-Ado ini sejalan dengan pendapat Ketua Bapilu Golkar, Marigun Rasyid terkait mekanisme Golkar.

“Sudah tepat apa yang disampaikan oleh pak Marigun tentang mekanisme internal Golkar termasuk tentu mendahulukan mengusung ketua atau kader. Tapi alih-alih mengklaim rekomendasi Golkar, kunjungan PHS itu justru harusnya dilihat sebagai apresiasi dan bentuk penghormatan kepada Golkar sebagai partai besar.” Kuncinya.

Tanggapan balik Direktur Logos Politica, Maenunis setelah tanggapan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Barat, Muh. Amril merespon hasil analisa dan komentar direktur Logos Politika, Maenunis Amin yang dimuat di laman salah satu laman media online.

(Rls/Anhar)

Bagikan
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Logos Sebut Rio Tak Paham Substansi Komunikasi antara Golkar dan PHS"