
Penyaluran BPNT ke KPM di agen yang telah ditunjuk oleh Dinas Sosial Mateng. (Dok. Mahfud)
Mateng, Katinting.com- Kelompok Penerima Manfaat (KPM) pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Mamuju Tengah (Mateng), sangat mengapresiasi perubahan penyaluran bantuan kepada mereka.
Sebelumnya, mekanisme penyaluran melalui Kepala Desa masing masing KPM berdasarkan hasil verfikasi dari pendamping sosia dan disalurkan oleh Kepala Desa, namun penerima PKM disejumlah tempat mengeluhkan mekanismenya.
Berbeda kali ini, mekanisme pembagian BPNT ini, KPM yang telah melalui verifikasi sebagai penerima, hanya berhubung dengan warung yang disebut agen dalam program ini. Agen ini menyediakan kebutuhan yang harus diterima KPM yang pasokannya diambil dari suplier yang telah ditunjuk oleh Dinsos menyalurkan ke warung yang ditunjuk sebagai agen, diagen ini kemudian nantinya KPM menggesek kartu mereka untuk mengambil kebutuhan mereka yang ditanggung oleh program BPNT.
Kepada Katinting.com, salah seorang penerima manfaat di Tobadak II atau Desa Mahahe, pada pelaksanaan penyaluran BPNT tahap dua ini, setelah tahap pertama di bulan Maret lalu, Putu Desy, Senin (13/4) menyebutkan bahwa mekanisme penyaluran bantuan kali ini lebih baik dari mekenisme sebelumnya.
Katanya mekanisme sebelumnya cenderung menimbulkan kecurigaan KPM ke Kepala Desa, karena beberapa tempat malah ada Kades yang memungut dari penerima, bahkan yang diterima oleh KPM tidak sesuai dengan apa yang mesti KPM terima.
“Tapi dengana berubahnya mekanisme pembagian bantuan ini, tentu bagi kami penerima mensyukuri, sebab trannsparan dan kebutuhan yang ditanggung oleh program BPNT,” kata Desy.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Mateng, Asmira Djamal, pada penyaluran tahap kedua ini turun lansung memantau penyalurannya di agen yang telah ditunjuk, sekaligus ingin melihat protap penyaluran dari agen ke KPM di masa Pandemi Covid-19 ini mengungkapkan, bahwa apa yang menjadi apresiasi dari KPM tentu juga menjadi harapan pihak Dinsos sebagai fasilitator program BPNT didaerah.
Sebab itu, Ia pada penyaluran tahap kedua ini meluangkan waktu untuk kelapangan, guna melihat protokol penyaluran apakah dilaksanakan atau tidak di masa Pandemi Covid-19 ini, dmana setiap KPM yang ke warung agen yang ditunjuk menerima bantuan harus diukur suhunya terlebih dahulu, lalu mencuci tangannya dengan antiseptik yang disiapkan lalu masuk warung menggesek kartunya.
“Dan sekaligus, Saya ingin mendengarkan respon dari penerima manfaat, tapi Alhamdulillah, respon penerima manfaat cukup apresiatif pada mekanisme penyaluran BPNT tahun 2020 ini, pasti apresiasi seperti ini kami harapkan, dan KPM serta agen tetap menjalankan protokol kesehatan dalam menerima bantuan, yakni suhu diukur lalu cuci tangan,” beber Asmira.
Bahkan dalam kesempatan pemantauan tersebut, Ia juga menyampaikan kepada penerima manfaat. Bahwa untuk tahap dua ini, penerima manfaat tak mendapatkan sayuran seperti koll, labu siam, dan wortel. Karena sejumlah kendaraan supplier tak bisa masuk wilayah Sulbar, akibat pembatasan kendaraan masuk Sulbar dimasa Pandemi Covid-19.
“Makanya jatah sayuran kami ganti jadi telur, sehingga telurnya lebih banyak dari biasanya, tapi kalau kendaraan distribusi sudah lancar, maka telur pengganti sayuran akan kita kembalikan jadi sayuran, dan penerima manfaat memahami itu,” tutup Asmira.
(Mahfud)






