
Mateng, Katinting.com – Kebakaran yang menghanguskan kompleks pasar Topoyo pada Agustus 2019 lalu, membuat sebanyak 97 Kepala keluarga mengalami dampak dalam kejadian ini.
Namun dalam proses verifikasi kelayakan bantuan korban, hanya terdapat 44 kepala keluarga terdampak kejadian tersebut yang dinyatakan layak mendapatkan bantuan berupa Bantuan Bahan Rumah (BBR) dengan nilai satu keluarga sebesar Rp.28 juta.
Penyerahan bantuan, kepada 44 kepala keluarga dilakukan di ruang pola kantor Bupati Mamuju Tengah, oleh Plt Bupati Mamuju Tengah, Andi Bau Akram Dai, disaksikan oleh Ketua DPRD Mamuju Tengah, Arsal Aras, Sekertaris Dinas Sosial, Akbar As’ad, pada Selasa (06/10).
Pada kesempatan ini, Sekdinsos Mamuju Tengah, Akbar As’ad, mengungkapkan bahwa proses verifikasi terhadap calon penerima memang berlansung cukup ketat, oleh Kementerian Sosial lansung, sehingga sudah setahun lebih, baru korban mendapatkan haknya atas bantuan BBR ini.
Terpisah Ketua DPRD Mamuju Tengah, Arsal Aras, menyampaikan bahwa penerima meski bersyukur dan memahami bahwa inilah bentuk perhatian pemerintah kepada rakyatnya yang mengalami musibah, diakuinya, prosesnya memang agak panjang dan lama, sehingga bantuan yang mestinya diterima tidak berselang waktunya dengan kejadian kebakaran baru diterima saat ini, itu disebabkan oleh proses verifikasi yang panjang.
“Tapi tentu ini tetap kami berikan apresiasi yang besar pada Pemda, karena mereka tetap memperhatikan rakyat yang mengalami musibah dengan terus mendorong data korban, guna mendapatkan haknya,” ujar Arsal.
Sementara itu, Plt. Bupati Mamuju Tengah, Andi Bau Akram Dai, menyampaikan bahwa sejumlah kejadian yang menimpah warga, membuat pemerintah menaruh harapan yang besar,untuk tetap menumbuhkan dan memperkuat pilar pilar sosial.
Katanya, saat ini banyak pilar sosial yang bergerak mulai dari Tagana, Tenaga Sosial Kecamatan, Pekerja Sosial Masyarakat, Forum CSR, nah kalau semua ini diperkuat dan mendapatkan sokongan dari pemerintah, maka tentu setiap korban dalam sebuah musibah, akan mendapatkan penanganan yang terorganisir dengan baik.
“Karenanya saya berharap pilar sosial ini bisa terus kita galang, sebagai perpanjangan tangan kita dilapangan, dalam menghadapi setiap musibah, termasuk menyalurkan bantuan dan mengidentifikasi korban musibah,” kata Bau Akram.
Terkait pemberian BBR kepada korban kebakaran pasar Topoyo, yang penerimanya berjumlah 44 KK, menaruh harapan, kiranya bantuan tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin.
“Tentu nilainya tidak seberapa besar, tapi kami berharap ini dimanfaatkan sebaik mungkin” pungkas Bau Akram.
(Mahfudz)






