Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Komitmen Ekologi Berkelanjutan, DLH Kutim Genjot Kajian Kelayakan TPST

Katinting.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menegaskan bahwa upaya serius dalam menata sistem pengelolaan sampah merupakan manifestasi nyata dari visi kepala daerah. Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor, menyatakan bahwa Kajian Kelayakan Pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Terpadu (TPST) adalah langkah strategis untuk menindaklanjuti Misi Bupati Kutim yang ke-5.

Pernyataan ini disampaikan Noviari saat membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Pendahuluan Studi Kelayakan Teknis, Ekonomi, dan Lingkungan Pembangunan TPST di Pelangi Room Hotel Royal Victoria, Rabu (12/11/2025) gelaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim.

Noviari Noor menguraikan bahwa Misi Bupati Kutim yang kelima berbunyi pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan menjaga keseimbangan ekologi melalui pengelolaan sumber daya alam yang harmonis, terpadu, dan berkelanjutan.

“Misi ini menjadi pedoman arah pembangunan daerah,” tegas Noviari.

Ia menekankan bahwa misi tersebut bukan sekadar kalimat indah, melainkan panduan yang harus diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang aplikatif di lapangan. Masalah persampahan di Kutim memang telah menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Melalui kajian kelayakan teknis pembangunan TPST, misi tersebut kita turunkan menjadi kebijakan yang lebih konkret. Misalnya, setiap pembangunan infrastruktur, mengacu pada pengendalian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang baik dan terorganisir,” tambahnya.

Dengan demikian, pembangunan ekonomi dan pertumbuhan wilayah yang pesat dapat berjalan seiring dengan pelestarian ekologi.

Sebelumnya, Kepala DLH Kutim, Aji Wijaya Effendi, melaporkan bahwa volume timbulan sampah di Kutim mencapai lebih dari 80 ribu ton per tahun. Kondisi ini membuat urgensi penyusunan kajian kelayakan TPST menjadi sangat mendesak.

“Kami berharap FGD ini dapat menjadi wadah bagi pertukaran gagasan, penyamaan persepsi, dan penguatan komitmen lintas sektor. Mari kita jadikan forum ini bukan hanya tempat berdiskusi, tetapi langkah awal menuju sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” pungkas Aji.

Melalui sinergi ini, Pemkab Kutim menunjukkan komitmen seriusnya dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, sejalan dengan visi besar kepala daerah.(Adv)

Share: