Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kisah Bunga Dapat Perhatian dari Bupati Mamuju

Andi Rasmddin (kiri) saat melihat Bunga yang akan dibawa keluar dari RSUD Mamuju. (Humas)

Mamuju, Katinting.com – Seorang bayi bernama Bunga, yang belakang banyak mendapat simpati akibat kondisinya yang sangat memprihatinkankan, selain karena tengah mengalami sakit dan dirawat di RSUD Mamuju, juga karena bayi dari desa Botteng Kecamatan Simboro ini telah ditinggal pergi ibunya yang meninggal setelah melahirkannya.

Usai Dirawat selama kurang lebih tujuh hari di rumah sakit, akhirnya bayi yang saat ini dirawat neneknya amma (50) bersama tantenya Linda (27) diperbolehkan pulang Senin, (18/2)

dr. Jumakil menerangkan, kondisi kesehatan Bunga telah berangsur membaik, jadi telah boleh pulang namun tetap harus melakukan kontrol di Puskesmas untuk memantau perkembangannya, diterangkan Jumakil berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan Dokter spesialis anak, bunga terserang diare yang menyebabkan suhu badan meningkat disertai muntah, namun telah dapat diatasi, sementara untuk cidera di bagian belakang kepala yang katanya akibat jatuh dari gedongan kakaknya telah diperiksa dan dinyatakan tidak parah dan akan sembuh seiring pertumbuhannya, Imbuh Jumakil.

Saat ini Bunga untuk sementara di inapkan di rumah tantenya Linda di jalan Husni Tamrin, dekat stadion Manakarra Mamuju, agar lebih mudah di periksakan ke Puskesmas.

Terimakasih kepada semua orang yang sudah membatu kami, ada yg sudah bawakan popok,ada yang bawa susu dan semua keperluan bayi, Insya Allah akan dibalas oleh Tuhan, kata Linda dengan mata berkaca-kaca menceritakan bentuk empati masyarakat yang sangat besar kepada bunga.

Bupati Mamuju H. Habsi Wahid pun meminta agar aparat medis dapat terus memantau perkembangan Bunga sampai benar-benar pulih.

Selain itu secara umum Habsi mengingatkan agar semua stakeholders dapat bersinergi dan lebih proaktif untuk melakukan langkah prefentif terhadap kondisi-kondisi yang membutuhkan tindakan cepat seperti yang dialami bunga.

Kepala lingkungan, RT hingga kepala desa dan lurah serta tenaga kesehatan di tingkat posyandu dan pustu harus mampu mendeteksi hal-hal demikian secara dini, termasuk menyiapkan jaminan kesehatannya harus dilaporkan kalau belum ada,terang Habsi.

(ADV. Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Mamuju)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat