Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Keluh Kesah Tak Ditindaklanjuti, Pemilik Warkop Sebut Anggota DPRD Pasangkayu Tak Bermanfaat

Ahmad Kalla, pemilik Cafe D’Japos Pasangkayu
Ahmad Kalla, pemilik Cafe D’Japos Pasangkayu

Pasangkayu, Katinting.com – Dilema pengusaha warkop di tengah penerapan protkes.  Ahmad Kalla, pemilik warung kopi D’Japos Pasangkayu, Sulawsi Barat mengeluhkan akibat sering didatangi petugas. Itu disampaikan kepada media, Senin, 4 Oktober 2021.

Masalahnya, ia merasa kesal karena kehadiran rombongan petugas gabungan yang terdiri dari Satpol, Polri dan TNI yang membuat pengunjung terganggu.

Persoalan ini, bersama pemilik warkop lainnya sudah pernah disampaikan kepada DPRD Pasangkayu melalui pertemuan dengan ketua, Alwiaty, ketua Komisi II, Muslihat Kamaluddin serta anggota Herman Yunus beberapa waktu lalu.

“Tapi itu tidak hasilnya. Karena, tidak ada tindaklanjut sampai sekarang. Saya menganggap (oknum) DPRD tidak ada manfaatnya,” kesal Ahmad Kalla.

Dia menceritakan, selama pandemi tahun ini omset warkop yang dia kelola semakin anjlok, beda tahun lalu. Sehingga, ia terpaksa merumahkan berkisar 50 persen karyawannya dari jumlah 15 orang.

Malam minggu merupakan momen paling ramai pengunjung, tapi di saat bersamaan itu pula sering datang petugas. Bahkan, pada suatu ketika ia disampaikan salah satu oknum satpol akan menutup warkop miliknya jika tak mematuhi protkes.

Melalui telpon, Senin, 4 Oktober 2021, pemilik cafe Prosa, Ruri juga menyampaikan kurang lebih sama yang dengan rekan seprofesinya itu.

Ia meminta penjelasan soal status yang dialami seluruh pengusaha warkop. Ia berharap, sebaiknya petugas gabungan menyurati terlebih dahulu sebelum melakukan operasi.

“Ya soal kenyamanan pastilah terganggu kalau petugas datang. Tapi, alhamdulillah sekarang sudah tidak lagi,” tutur Ruri, pemilik Cafe Prosa.

Ia juga mengaku, omset selama pandemi mengalami penurunan, dan makin semakin menurun semenjak penerapan PPKM.

Meski belum melakukan PHK terhadap karyawan, namun itu akan ditempuh jika penerapan PPKM masih berkelanjutan, tergantung kondisi.

Sebelumnya, media ini sudah menyampaikan kepastian tindaklanjut masalah ini kepada ketua DPRD Pasangkayu, Alwiaty dan Herman Yunus yang sempat hadir saat mendengar keluh kesah para pengusaha warkop.

“Saya sudah pernah komunikasikan itu. Saya katakan kasian mereka punya karyawan dan pemilik cafe pun punya keluarga bahkan sangkutan kredit. Jadi mereka harus jalan usahanya,” sebut Alwiaty melalui pesan, 28 September 2021.

Padahal tambah dia, dari pemerintah tidak ada bantuan. Dia membandingkan, di Jakarta, cafe dan warung sudah ramai asalkan tetap mematuhi prokes. Dan, dia ingin diterapkan seperti itu.

Arham Bustaman

 

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat