
Mamuju, Katinting.com – Sekertaris Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Barat menyampaikan, sejumlah kegiatan kepramukaan banyak kehilangan rohnya, yang banyak hanya berorientasi lomba-lomba.
BACA JUGA : Jangan Kehilangan Rohnya, Pamong Saka Diharap Lakukan Pembinaan dengan Baik
Abd. Haris Syahril menyinggung kegiatan berkemah, yang selama ini dilaksanakan di alam terbuka tapi tidak memberikan nilai pendidikan sehingga banyak yang tidak sesuai.
Hal itu disampaikan Sekertaris Kwarda Sulbar, Abd. Haris Syahril, pada sambutannya di kegiatan Kursus Pamong Satuan Karya (SAKA) yang berlangsung di Hotel Diana Mamuju, dari tanggal 12-16 Desember 2019.
“Sistem perkemahan saat ini sudah banyak tidak sesuai, berkemah sekarang kayak pindah rumah. Lihat saja kalau berkemah yang sibuk pasang tenda pembinanya, datang berkemah yang dibawah terowongan, bagaimana anak-anak bisa dilatih mandiri, terampil kalau semua dikerjakan orang lain,” sebutnya.
Jangan sampai berkemah sekarang anak-anak hanya tidur dibawah tenda, mereka tidak menikmati, berproses dalam berkemah.
Ia juga menyampaikan, konteks pendidikan pembina itu harus menyesuaikan sistem sosial kebudayaan.
“Kita juga harus update mengikuti perkembangan teknologi, tapi mampu diarahkan kelebih baik,” sebutnya.
Kami menunggu ada perubahan di SAKA kakak-kakak dari kegiatan ini, kuncinya.

(Anhar)






