oleh

Kampung Zakat di Kambunong, Tanggungjawab Bersama Baznas, Kemenag dan Pemda

banner 728x90

 

Mateng, Katinting.com – Kampung Zakat di Desa Kambunong, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah, adalah tanggungjawab bersama antara Baznas, Pemda dan Kemenag, sehingga diharapkan dapat mendapatkan pembinaan dan perhatian secara seksama oleh para pihak terkait.

Kordinator Pemberdayaan Zakat Wakaf pada Bidang Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat Hj. Fatmah, via pagernya, kepada laman ini, Kamis (16/06). Ia menuturkan bahwa pembentukan Kampung Zakat melalui prasyarat yang cukup ketat, karena berdasarkan pada Keputusan Mendagri tentang desa tertinggal.

“Nah karena diangap desa tertinggal, maka masuk dalam kategori Mustahik, dan melalui Baznas kami melakukan asesmen, dan hasil asesmen dari Baznas kemudian digunakan menetapkan desa yang layak, sebagai Kampung Zakat, sehingga jatuhnya ke Desa Kambunong, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah” ujar Fatmah.

Katanya, Kampung Zakat ini adalah kegiatan Kemenag RI bersama Baznas dan Lembaga Amil Zakat Nasional, dalam rangka memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat, terhubung dengan Bidang Dakwa, Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan dan Sosial Kemasyarakatan, dengan terget sasaran masyarakat di desa yang tergolong Mustahiq.

“Jadi acuannya melalui Perpres No.31 2019 tentang daerah tertinggal, dimana di Perpers itu disebutkan Kabupaten Polman dan Kabupaten Mamuju Tengah, dan berdasarkan instrumen yang digunakan dalam penentuan Kampung Zakat, maka Desa Kambunong yang memenuhi instrumen sebagai Kampung Zakat” Kata Hj Fatmah.

Lebih jauh Ia menjelaskan setelah Kambunong ditetapkan sebagai Kampung Zakat pertama di Sulbar pada tahun 2020 lalu, dengan proses yang sangat panjang akibat berbagai masalah teknis, termasuk Pandemi Covid 19, sehingga nanti pada akhir tahun 2021 lalu, ada kabar terbaru dari Kemenag RI, berupa alokasi anggaran stimulus pembinaan dan pendampingan Kampung Zakat.

“Nah ini kemudian kami salurkan dalam bentuk barang, kepada empat kelompok sasaran di Kampung Zakat, masing masing dua Kelompok Tani Rumput Laut, satu Kelompok Nelayan Keramba dan satu Kelompok Dasa Wisma, dan saat ini sudah berjalan, sebab ini akan menjadi tanggungjawab bersama, sehingga sumber anggarannya berasal dari berbagai sumber, bisa APBD, APBN, Baznas, PNPB, Infaq dan Sedekah” jelas Hj Fatmah.

Ia berharap Kampung Zakat di Desa Kambunong, ke depan menjadi salah satu pilot project Bimas Islam Kemenag Sulbar, dimana bukan hanya pemberdayaan dana zakat.

“Tapi juga pemberdayaan dana wakaf, Bantuan Masjid, Pembinaan Majelis Taqlim, Pembinaan TPQ dan plus pembinaan Keluarga Sakinah” tutup Hj Fatmah.

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan
banner 728x90

Komentar