Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kader Tuding PHS Tak Beretika, Anwar Launma : Itu baru surat tugas, semua yang dapat penugasan sama posisinya, hargai Ketua DPD I Partai Golkar Sulbar

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar DPD II Mamuju Tengah Anwar Launma bersama Ketua DPD I Partai Golkar Sulbar Aras Tammauni, foto bersama. (dok Fhatur Anjasmara)

Mamuju Tengah, Katinting.com – DPP Partai Golkar menuju Pilgub Sulbar 2024, menugaskan empat nama, sebagai kandidat Calon Gubernur yang akan diusung oleh Golkar. Olehnya diminta kepada keempat nama tersebut, untuk memperbaiki citranya, guna mendapatkan simpati publik, merebut rekomendasi dari DPP sebagai Calon Partai Golkar.

Hanya saja kemudian, salah satu yang namanya diusung oleh DPP Partai Golkar dalam surat penugasan tersebut, yakni Prof Husain Syam (PHS) melakukan hal yang tidak sesuai dengan aturan main dalam internal DPD I Partai Golkar Sulbar, melecehkan para kader dan pengurus partai Golkar.

Olehnya, kepada laman ini, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar DPD II Mamuju Tengah Anwar Launma mengkritis sikap PHS yang dianggap menunjukan sikap percaya diri berlebihan, yang menganggap tiga nama lainnya, hanya bayangan bayang dalam surat penugasan tersebut, yang dirilis sebuah media.

Ia menilai sikap PHS yang menyepelekan nama lain yang mendapat mandat penugasan di Pilgub Sulbar hanya sebagai bayangan, adalah sangat keliru dan sebuah bentuk pelecehan terhadap nama lain yang mendapat penugasan, juga terhadap Ketua DPD I Partai Golkar Sulbar dalam hal ini Aras Tammauni.

“Itu keliru, sudah menganggap dirinya, hanya dia yang akan diusung oleh Partai Golkar, kami tidak terima itu, proses masih panjang, itu sama halnya tidak menghargai mekanisme internal di Golkar, keempat nama dalam surat penugasan itu adalah sama statusnya” kecam Anwar Launma.

Katanya, keempat nama dalam surat penugasan tersebut, harus tetap koordinasi ke Ketua DPD I Partai Golkar, bukan kemudian berjalan sendiri seolah hanya dirinya yang akan mengendarai Partai Golkar. Tidak bisa ada yang merasa paling menang di Golkar tanpa koordinasi dengan Ketua DPD I Partai Golkar Sulbar.

“Dan itu sangat tidak beretika atas sikap yang PHS tunjukan, karena meskipun nama masuk dalam surat penunjukan dari DPP Partai Golkar, PHS juga tetap harus koordinasi keinternal partai khususnya ke ketua DPD I Partai Golkar, dan Golkar menang di Sulbar berkat kepimpinan Aras Tammauni, PHS tidak punya andil dalam kemenangan Partai Golkar di Sulbar” kata Anwar.

Kader partai Golkar yang sudah malang melintang di pengurusan partai berlambang pohon beringin ini, di Sulbar, tegas memberikan warning kepada PHS agar tidak meremehkan kader lain yang juga mendapat penugasan dalam surat dari DPP Partai Golkar.

“Kami akan lawan dia, sampai ke DPP Partai Golkar atas sikap arogansi yang dia tunjukan pada kami, kami kawal masalah ini, yang telah melecehkan kader internal partai Golkar, dengan menyatakan hanya bayang bayang saja” beber Anwar.

Sementara itu dikutif dari salah satu media online di Sulbar, Ketua Bidang OKP Partai Golkar DPD I Sulbar Thamrin Endeng, Kamis, juga menyampaikan kecaman keras atas pernyataan PHS yang menunjukan sikap terlalu percaya diri berlebihan.

“Sebagai orang dikenal berlatar belakang intelektual, tidak sepantasnya mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan latar belakang intelektualnya, itu percaya diri yang berlebihan” tegas Thamrin Endeng.

Ia menyampaikan komentar PHS yang menyebut 3 nama lain sebagai bayang-bayang adalah bukti tidak menghargainya proses yang berjalan di internal Golkar.

“Dari 4 nama yang ditugasi DPP Golkar kan hanya PHS yang bukan kader. Seharusnya beliau tahu diri, sebab menilai 3 orang kader Golkar sebagai bayang bayang. Ini sama saja tidak menghargai rambu-rambu Partai Golkar” ujarnya.

Karenanya ia mengingatkan PHS agar menjaga segala ucapannya terkait internal partai Golkar, terlebih PHS tidak punya andil sedikit pun atas capaian Partai Golkar hingga saat ini.

“PHS tidak punya andil dalam kemenangan Golkar di Pileg 2024. Semua berkat kerja keras para kader, kita berhasil memeroleh 10 kursi DPRD Sulbar. Tiba-tiba menyebut tokoh Golkar hanya bayang-bayang saja, itu sama saja melecehkan kader yang berjuang selama ini” pungkas Thamrin Endeng. (Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat