Mamuju, Katinting.com – Menjelang hari raya Idul Adha, kelangkaan gas 3 kg menjadi masalah bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Mamuju.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju, Syahid Pattoeng, menjelaskan bahwa kelangkaan ini lebih disebabkan oleh panic buying, yaitu pembelian mendadak dalam jumlah banyak yang mengakibatkan penimbunan.Hal ini disayangkan karena sebenarnya stok gas 3 kg tetap normal seperti biasa.
Syahid menegaskan akan memberikan tindakan tegas terhadap oknum yang kedapatan melakukan penimbunan. Selain itu, Dinas Perdagangan telah merekomendasikan kepada tiap pangkalan untuk tidak melayani pengecer.
“Jika ada yang kedapatan melanggar, maka pasti akan kita beri sanksi tegas,” tegasnya, Sabtu (15/6).
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tetap membeli sewajarnya, karena distribusi gas 3 kg masih relatif aman. Menjelang hari raya Idul Adha, stok gas telah ditambah dari sebelumnya rata-rata 7840 tabung per hari yang disalurkan ke tiga agen resmi, menjadi bertambah 560 tabung per hari untuk masing-masing agen.
“Kami sangat mengharapkan agar ibu-ibu yang sudah membeli tabung hari ini, tidak usahlah antri lagi untuk beli lagi, biar semua mendapat jatah, sehingga kelangkaan tidak perlu terjadi,” ujar Syahid Pattoeng.
Ia menambahkan bahwa penyaluran tetap normal meskipun terkadang ada keterlambatan, yang biasa terjadi siang, sore, atau malam.
Adapun harga eceran tertinggi (HET) tabung gas 3 kg masih di angka Rp18.500, sesuai dengan titik distribusi masing-masing pangkalan.
(*/Zulkifli)






