Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Jalan Keluar Masuk Desa Sinabatta, Makin Parah

Kondisi terkini, akses keluar masuk dari Desa Sinabatta, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah, gambar direkam, Kamis 26 Augustus 2021. (Dok Fhatur Anjasmara)

 

Mateng, Katinting.com – Jalan untuk mengakses dari dan ke Desa Sinabatta, Kecamatan Topoyo, makin rusak parah, khususnya jalan yang masih ada dalam wilayah Desa Tumbu, Kecamatan Topoyo. Kondisinya makin membuat kekecewaan penggunanya.

Akibat jalan akses keluar masuk Desa Sinabatta ini, kondisinya cukup parah, membuat, kendaraan yang keluar masuk diwilayah ini, pengendaranya, mesti cukup hati hati, sebab dihampir semua ruas jalan yang masih berada diwilayah Desa Tumbu, yang panjangnya tidak kurang dari satu kilometer ini, ditemukan kubangan disana sini.

Sehingga kendaraan distribusi bahan pokok keluar masuk wilayah yang masyarakatnya dominan petani dan sebagian petambak, tentu memikirkan biaya perawatan kendaraan yang ekstra sebagai tambahan biaya operasional.

“Kami setiap minggu keluar masuk wilayah ini, membawa beberapa kebutuhan pokok warga yang kami dagangkan, karena setiap saat kami melintas disini, maka tentu kami sangat paham, kalau ini bukannya makin baik, tapi makin parah” ungkap Akram, salah seorang pengemudi angkutan barang dan jasa yang keluar masuk Sinabatta, pada laman ini, Kamis (26/08)

Ia menambahkan, bahwa saat dirinya masih belum punya kendaraan sendiri, masih menumpang pada kendaraan rekannya, tidak kurang dari tiga tahun lalu, kondisi jalan ruas Tumbu – Sinabatta, pernah membaik, nyaris tak ada kubangan, karena ada upaya peningkatan kala itu, meskipun bukan peningkatan aspal.

“Tapi seiring waktu, kondisinya makin memburuk, terlebih kemudian selepas hujan, karena untuk kendaraan tipe kecil, dipastikan akan tersangkut dibeberapa kubangan yang ada, begitu dalamnya beberapa kubangan” imbuh Akram.

Sementara itu, Hafid, salah seorang warga Tumbu yang punya lahan kebun di Sinabatta, kondisi buruknya ruas Tumbu – Sinabatta, sehingga semakin banyak ruas jalan yang ambles, karena sawit milik warga di Desa Sinabatta, sudah dapat dipanen.

“Kendaraan pengangkut buah sawit ini, yang memang kadang berkelebihan muatan, membuat ruas jalan banyak yang ambles, sehingga tampak makin parah kondisinya” tutur Hafid.

Katanya, kondisi akses keluar masuk Desa Sinabatta, tak semestinya makin parah, kalau para pengusaha angkutan buah sawit juga mau bersama, menyumbangkan sirtu, yang bisa dihambur oleh warga dibeberapa ruas jalan yang kondisinya parah.

“Tapi kan, mereka juga acuh, padahal semestinya mereka juga bertanggungjawab, jangan hanya berharap pemerintah yang membenahi jalan warga yang mereka gunakan, namun mereka tutup mata, padahal para pengusaha ini, yang memperparah buruknya jalan disini” pungkas Hafid.

(Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat