
Mamuju, Katinting.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) melaunching layanan Internet Desa Mandiri, Cerdas dan Sehat (Marasa) di Auditorium Lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar, Senin (20/1).
Sebanyak 32 Desa yang mendapat bantuan layanan internet Desa di enam Kabupaten di Sulbar.
Meski memberi dampak besar, program tersebut dinilai perlu dievaluasi. Sebab, beberapa desa yang mendapat program ini tidak dalam lokasi blank spot atau atau area yang tidak tersentuh sinyal komunikasi.
Desa Tammerodo Majene, Botteng Utara Mamuju, dan Desa Rappang Barat Polman misalnya, desa ini terpantau memiliki jaringan seluler yang lancar.
“Masih banyak desa lainnya yang semestinya dapat tapi tempat lain didahulukan, “ kata salah seorang warga Tallang Balao, Suharno, Senin 20 Januari.
Dia mengaku Tallang Balao justru tidak mendapatkan layanan itu, padahal, desanya lebih berada di pedalaman. Sebaliknya desa Tammerodo Majene, yang berada dekat jalan Trans Sulawesi justru lebih diutamakan mendapatkan fasilitas jaringan internet tersebut.
Warga Desa Landi Kanusuang, Polman, Abdul Rajab mengatakan desanya juga tidak dapat internet desa. Padahal desanya lebih terpencil dibanding desa Rappang Barat. Dua desa ini bersebelahan.
“Desa Rappang Barat, ada malahan tower telkomsel di sekitar kantor desa, malah dia dikasi internet desa,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu tersebut, Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar mengatakan, penentuan lokus penempatan Layanan Internet Desa itu disesuaikan dengan data desa yang masuk desa Marasa 2019, yakni ada 72 desa.
Enny menyebutkan, 32 desa yang saat ini sudah menikmati Layanan Internet Desa Marasa, tentu akan dievaluasi, jika benar masih ada desa yang labih pantas namun tidak di dahulukan.
“Tentu pemprov akan mencari solusi terbaik. Itu mungkin (akan) dievaluasi kembali. Kita akan mencarikan cara, Itu akan dievaluasi,’ pungkasnya. (*/Zul)






