Mamuju, Katinting.com – Senin (19/08) Pj Gubernur Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin, Bersama Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP, melakukan kunjungan kesejumlah wilayah di Kabupaten Majene.
Wilayah pertama disinggahinya dalam kunjungan Senin kemarin, Ibukota Kecamatan Malunda, dengan menggelar penanaman pohon, di area lapangan Tasinara, Malunda. Selepas dari Malunda, Pj Gubernur Bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke wilayah Kecamatan Ulumanda, lalu di Desa Tandeallo Ulumanda, Pj Gubernur juga melakukan penanaman pohon.
Pertemuan Pj Gubernur beserta rombongannya, di Desa Tandeallo ini, Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin mengumbar harapan iming iming akan mengalokasikan di APBD tahun 2025 nanti, anggaran pengadaan bibit durian musangking.
“Jadi di APBD tahun 2025 nanti, saya akan anggarkan anggaran pengadaan bibit durian Musangking sebanyak 1 juta pohon” iming Bahtiar Baharuddin.
Ia pun memberikan penegasan dirinya sebagai Pj Gubernur Sulbar, bahwa dalam menjalankan tugasnya, akan mendedikasikan dirinya, memastikan anggaran Sulbar yang bersumber dari negara, menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
“Saya pastikan 1,4 juta jiwa masyarakat Sulbar memiliki peluang berkembang cepat. Kuncinya adalah focus pada sasaran yang dirasakan langsung masyarakat, baik peternak, nelayan, dan petani, olehnya saya berjanji membagikan bibit kepada masyarakat” tegas Baharuddin.
Olehnya dengan penyediaan bibit durian hingga satu juta pohon, maka persepsi ekonominya empat tahun kemudian, Sulbar akan menjadi penghasil durian musangking di Indonesia.
“Jenis durian ini, diminati oleh masyarakat dunia, khususnya warga Tionghoa” sebut Bahtiar.
Ia pun mengemukakan bahwa pertanian dan perkebunan holtikultura, harus di produksi banyak di Sulbar, sebab memiliki pasar yang potensial, sebagai daerah penyanggah ibu kota negara.
““Pertanian dalam arti luas mulai pangan Pajale, Durian, Nenas, Pisang Cavendis, Sukun dan Sayur sayuran ini bagus diproduksi banyak. Sayuran kita masih banyak disuplai dari luar. Termasuk tanaman hias dan obat-obatan serta buah buahan” pungka Bahtiar. (**/Fhatur Anjasmara)






