banner 728x90

Pengelolaan Dacil Disdikpora Matra Diduga Sarat Kepentingan

793 views
banner 728x90
Hafid, S.Pd, Kepala Sekolah SMP satu atap Tosonde Kecamatan Bambalamotu

Hafid, S.Pd, Kepala Sekolah SMP satu atap Tosonde Kecamatan Bambalamotu

Matra, Katinting.com – Pengelolahan Dana Terpencil (Dacil) untuk sekolah – sekolah terpencil di Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dinilai sejumlah pihak tidak objektif dan sarat kepentingan. Tunjangan bagi guru yang mengajar di sekolah terpencil seharusnya menerimah gaji tunjangan tersebut sesuai keputusan  pemerintah yang telah mendata sekolah – sekolah terpencil, namun pada kenyataannya beberapa sekolah yang masuk dalam kategori terpencil justeru tidak mendapatakan tunjangan, sehingga pertanyaan besar muncul dikalangan guru.

Seperti yang diutarakan oleh Kepala Sekolah SMP satu atap Tosonde Kecamatan Bambalamotu Hafid, S.Pd. Beberapa waktu lalau, mengaku sangat kecewa dengan manajemen kepengelolaan Dana Terpencil di Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju Utara (Matra) yang dianggap sarat kepentingan dan dinilai tidak obyektif dalam pengusulan data ke pusat. Dia menjelaskan, sejak sekolah SMP ini berdiri tahun 2011, baru satu kali mendapatkan Tunjangan Dacil pada tahun 2013 silam.

“Padahal status sekolah ini belum dicabut SK-nya sebagai sekolah terpencil sementara ada juga guru yang setiap tahun mendapatkan tunjangan (Dacil) tersebut. Saya menduga bahwa pasti ada permainan di tingkat pengelolaan data dana terpencil dan itu pasti ada kepentingan oknum di dalamnya,” ungkap Hafid.

Dia juga menyarankan agar pengelolaan Dacil di Didikpora Matra ditangani oleh seksi PMTK Diknas di reformasi kembali. “Karena kita butuh orang – orang yang profesional dan punya rasa tanggung jawab dan juga berlaku adil. Jangan karena faktor kedekatan dan adanya komitmen sehingga rasa keadilan itu hilang. Saya juga siap ji komitmen, asal jangan berlebihan mintanya,” tegas. (Joni)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.