Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pemkab Pasangkayu Perkuat Pembangunan Berbasis Data

Pasangkayu, Katinting.com – Pemerintah Kabupaten Pasangkayu bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasangkayu resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Ruang Pola Kantor Bupati Pasangkayu, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para camat, kepala desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang memiliki peran dalam mendukung pembangunan berbasis data.

Pencanangan ini menjadi langkah awal untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang bertujuan menghasilkan data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan daerah maupun nasional.

Kepala BPS Kabupaten Pasangkayu, Hirlan Khaeri, menegaskan bahwa data statistik memiliki posisi strategis dalam proses pembangunan. Menurutnya, kualitas kebijakan pemerintah sangat ditentukan oleh kualitas data yang digunakan dalam proses perencanaan.

“Data merupakan fondasi utama dalam proses perencanaan pembangunan. Dengan data yang baik, maka kebijakan yang dihasilkan juga akan lebih tepat sasaran,” ujar Hirlan.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pasangkayu melibatkan sebanyak 169 petugas sensus yang telah mulai melakukan pendataan sejak Juni 2026.

Hingga saat ini, capaian pendataan telah mencapai sekitar 8 persen dari total target yang ditetapkan.

Karena itu, Hirlan mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memberikan dukungan agar proses pendataan dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas.

Selain pencanangan Sensus Ekonomi 2026, BPS Kabupaten Pasangkayu juga menetapkan tiga desa di Kecamatan Pedongga sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), yakni Desa Batu Oge, Desa Martasari, dan Desa Pedanda.

Program Desa Cantik merupakan inisiatif BPS yang bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah desa dalam mengelola, memanfaatkan, dan menyajikan data statistik secara mandiri. Melalui program ini, desa didorong mampu menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu, Moh Zain Machmoed, yang mewakili Bupati Pasangkayu, menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Pasangkayu atas komitmennya dalam memperkuat sistem data dan statistik daerah.

Menurutnya, data yang valid dan terpercaya menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pengambilan keputusan dan penyusunan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Data yang valid menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan,” kata Moh Zain.

Ia menambahkan, pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dan Program Desa Cantik menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BPS, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pembangunan yang berbasis data.

Menurutnya, kesadaran terhadap pentingnya data harus terus ditingkatkan agar seluruh program pembangunan dapat dirancang secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.

“Melalui Sensus Ekonomi 2026 dan Program Desa Cantik, kita berharap kualitas data di Kabupaten Pasangkayu semakin baik sehingga mampu menjadi acuan yang kuat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera,” tutupnya. (Udi)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat