banner 728x90

Hadir di Mamuju Tengah, Pamekang Dipercaya Akurat 80 Persen

banner 728x90

Tampilan depan aplikasi Pamekang, dan contoh potensi persebaran ikan di perairan Mamuju Tengah. (Dok. Fhatur Anjasmara)

 

Mateng, Katinting.com – Dalam upaya peningkatan produksi hasil nelayan tangkap di Mamuju Tengah, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mamuju Tengah, membuat terobosan teknologi terbarukan dalam membaca kawasan potensi ikan diwilayah perairan Mamuju Tengah.

Teknologi pembaca potensi ikan ini disebut aplikasi Pamekang digagas oleh Kepala Bidang Tangkap DKP Mamuju Tengah, I Made Kardiana, diharapkan benar benar menjadi aplikasi yang membantu para nelayan tangkap di Mamuju Tengah, dan menjadi salah satu roadmap pengembangan peningkatan produksi nelayan tangkap di Mamuju Tengah.

Menurut penggagasnya, kehadiran aplikasi Pamekang ini, akan memberikan kontribusi pengelolaan potensi kelautan kedepan, sehingga eksploitasi sumber laut diwilayah perairan Mamuju Tengah dapat terkelola secara maksimal, yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan di Mamuju Tengah.

“Saya kira terpenting dari tujuan pembuatan aplikasi Pamekang ini, untuk memberikan sarana digital bagi para nelayan tangkap, dalam memudahkan mereka, membaca posisi persebaran ikan diperairain Mamuju Tengah, tentu muaranya adalah peningkatan kesejahteraan” beber Kardiana.

Ia menyampaikan bahwa pembacaan pesebaran ikan yang diadopsi oleh aplikasi Pamekang, menggunakan foto satelite terbarukan, dimana aplikasi ini terkoneksi dengan pusat metereologi maritim BMKG, sehingga hasil yang akan ditampilkan nanti, memang adalah gambar dengan resolusi pembacaan yang cukup tajam.

“Keakuratannya kami jamin hingga 80 persen, sehingga nelayan ketika menggunakan aplikasi ini, tentu tak akan sia sia menjadikannya pedoman untuk mengetahui posisi potensi persebaran ikan, sebab memang cukup akurat” ujar Kardiana.

Katanya, bahkan aplikasi Pamekang ini, tidak hanya dibuat untuk membaca potensi persebaran ikan yang ada diperairan Mamuju Tengah, namun juga dimasukan dua indikator lainnya, sebagai bagian dari fungsi utama dari aplikasi Pamekang.

“Keduanya adalah indikator pembaca perubahan dan prakiraan cuaca, serta satu lainnya adalah marketplace, tentu dua indikator yang kami sisipkan dalam aplikasi Pamekang, semua dibutuhkan oleh nelayan dalam waktu bersamaan, dimana sebelum mereka turun laut, mereka tentu harus paham kondisi cuaca dan juga sudah mengetahui jumlah kebutuhan serapan pasar lewat marketplace ini” kata Kardiana.

Ia menambahkan bahwa meskipun kemudian aplikasi ini tentu cukup membutuhkan biaya dalam penggarapannya, namun sampai saat ini, aplikasi Pamekang masih nol APBD.

“Akan tetapi meskipun masih nol APBD, kami berharap tak mengurangi niat kami, terus menerus membenahi aplikasi ini, termasuk kemudian membuat versi plyastorenya” pungkas Kardiana.

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Hadir di Mamuju Tengah, Pamekang Dipercaya Akurat 80 Persen"