
Katinting.com, Sangatta – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berdaya saing kembali ditegaskan. Hal ini ditandai dengan pembukaan resmi Focus Group Discussion (FGD) Penghitungan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) Jabatan Arsiparis di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Senin (11/11/2025).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) ini dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim, Sudirman Latif. Acara dihadiri oleh kepala perangkat daerah, camat, pejabat struktural, serta jajaran Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Sudirman Latif menyampaikan apresiasi atas inovasi Dispusip dalam penguatan fungsi arsiparis. Ia menegaskan bahwa penyusunan Anjab dan ABK adalah instrumen krusial untuk memastikan jabatan fungsional berjalan tepat sasaran.
Sudirman, yang berbagi pengalaman pribadinya, menyebut bahwa Anjab dan ABK adalah fondasi penting yang meskipun rumit, sangat vital bagi akuntabilitas.
“Anjab dan ABK bukan soal mudah. Ini fondasi penting untuk memastikan jabatan fungsional berjalan tepat, terukur, dan memberi ruang karier bagi ASN, termasuk arsiparis yang menjadi tulang punggung akuntabilitas kinerja daerah,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran sentral arsip.
“Kalau ingin selamat dari berbagai permasalahan, perkuat arsip. Arsip adalah penyelamat dan bukti integritas organisasi,” ujarnya, menyebut arsip sebagai cermin jati diri bangsa dan pilar akuntabilitas.
Sudirman Latif mendorong seluruh OPD untuk menganalisis secara detail kebutuhan arsiparis mulai dari jumlah, kualifikasi, kompetensi, hingga jenjang jabatan yang nantinya akan diusulkan ke Kemenpan-RB melalui rekomendasi ANRI.
Ia juga menekankan bahwa fokus pengembangan karier ASN kini telah bergeser dari jabatan struktural ke jabatan fungsional yang dinilai lebih kompeten, adaptif, dan terukur.
“Mari kita berikan ruang bagi para fungsional agar kinerja unit organisasi, perangkat daerah, hingga kinerja daerah semakin meningkat,” harapnya, menutup sambutan dan secara resmi membuka FGD.
Narasumber dari ANRI, Widya Wahyuni Setyani, Arsiparis Madya, memberikan pemaparan teknis mengenai analisis jabatan dan kebutuhan tenaga arsiparis di seluruh Perangkat Daerah (PD).
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola kearsipan Kutim, memastikan ketersediaan arsiparis berkompeten, dan mendukung terciptanya pemerintahan yang akuntabel dan transparan.(Adv)






