Mamuju, Katinting.com – Tingginya aktifasi bencana di wilayah Sulawesi Barat, mendorong Pemprov Sulbar akan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Kebencanaan.
Untuk itu, Pemprov Sulbar menggelar rapat koodinasi pembentukan TRC Kebencanaan Sulawesi Barat, yang di helat di Rujab Sekprov Sulbar, pada Jumat (16/08) yang dihadiri sejumlah pihak, mulai Polda Sulbar, Bazarnas, Bappeda, Discapilduk, Bank Sulselbar, Bank Indonesia dan BPBD Sulbar beserta jajaran.
Rakor dipimpin langsung oleh Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP, dan pada kesempatan Rakor, Ia menuturkan bahwa Sulbar tidak boleh lalai, pada situasi lingkungan.
“Kita harus segera memberikan respon cepat, karenanya, melalui pembentukan TRC Kebencanaan, menjadi wadah ke depan dalam merespon yang terjadi pada lingkungan kita” tutur Idris.
Ia tidak menampik jika indeks penanganan resiko seperti miigasi bencana di Sulbar masih lemah, oleh pemerintah, karena Pemrov Sulbar tidak punya wadah ke arah itu.
“Hadirnya TRC akan menjadi alat yang sangat dibutuhkan, sehingga akan menjadi perhatian pemerintah” beber Idris.
Katanya, mesti diketahui bahwa semua potensi bencana di Sulbar ada, mulai banjir, tanah longsor, gempa bumi, karenanya pembentukan TRC akan menjawab kebutuan kita selama ini dalam penanganan resiko bencana.
“Sebab TRC nantinya, akan membangun komunikasi kepada semua pihak terkaitnya, dalam mendesign penanganan resiko bencana, dan TRC jangan hanya kemudian sampai terbitnya SK, tapi benar benar menjalankan fungsinya, dan penyediaan anggarannya kami masukan pada pembahasan APBD tahun anggaran 2025” kata Idris.
Olehanya Ia berharap, dengan kahadiran TRC Kebencanaan, nantinya, akan banyak jiwa yang terselamatkan dari sebuah bencana.
“Karena kita tidak ingin, adanya ratusan jiwa yang melayang akibat bencana, seperti bencana gempa bumi sebelumnya, kita harus memiliki design mitigasi bencana yang mapan yang dikelola oleh TRC Kebencanaa” pungkas Idris. (**/Fhatur Anjasmara)






