Mamuju, Katinting.com – Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menghadiri ujian proyek perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Sekretaris Dinas Kesehatan, Mahdiana, yang mengusung inovasi Si Pandai Jafungkes (Sistem Pendampingan dan Konsultasi Jabatan Fungsional Kesehatan). Ujian dilaksanakan di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulbar, Selasa (4/11).
BACA JUGA: Dinkes Sulbar Buka Sebaran Penderita TBC di Sulbar, Mamuju Unggul
Si Pandai Jafungkes merupakan platform digital yang dirancang untuk mewujudkan sistem karier ASN yang transparan, akuntabel, dan berbasis merit. Melalui sistem ini, ASN dapat memantau proses kenaikan jabatan, angka kredit, serta penelusuran jenjang karier secara mudah dan terintegrasi.
Plt. Kadinkes Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan apresiasi atas inovasi ini.
Si Pandai Jafungkes menjadi langkah maju dalam pengelolaan karier ASN di sektor kesehatan. Dengan sistem yang transparan dan terukur, proses pembinaan jabatan fungsional akan semakin efektif dan meminimalisir kendala administrasi,” ujarnya.
Mahdiana, sebagai penggagas inovasi, menjelaskan bahwa sistem ini menjawab persoalan klasik ASN, seperti keterlambatan pengajuan kenaikan jabatan, kesalahan pengisian angka kredit, dan kurangnya pendampingan teknis.
“Melalui Si Pandai Jafungkes, setiap ASN dapat melakukan pemantauan mandiri, pengecekan bukti kinerja, dan verifikasi data secara real-time melalui dashboard digital,” jelas Mahdiana.
Inovasi ini sejalan dengan visi “Sulbar Maju dan Sejahtera” Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, serta mendukung Panca Daya kelima, yakni memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas.
Dengan kehadiran Si Pandai Jafungkes, Dinkes Sulbar berharap pengelolaan karier ASN kesehatan menjadi lebih profesional, berorientasi pada kinerja, dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Sulawesi Barat. (*)






