Satu unit dump truk saat menurunkan material berupa tanah untuk menutup beberapa kubangan yang ada di ruas jalan dalam Desa Paraili, baik jalan antar Desa maupun penghubung antar Dusun. (Dok. Ist)
banner 728x90

Mateng, Katinting.com – Perhelatan Pilkades serentak di Mamuju Tengah, akhir tahun 2021 lalu, memberikan kebahagian bagi masyarakat Desa Paraili, dengan lahirnya pemimpin baru di desanya.

Baru saja tidak lebih dari dua bulan pasca dilantiknya, Kepala Desa Paraili, hasil Pilkades 2021 lalu, lansung memperlihatkan keinginannya yang kuat ingin menata dan membangun Desa Paraili, mulai dari hal kecil hingga hal besar tak luput dari perhatiannya.

Dengan pola pergerakan yang dilakukan oleh Kades Paraili yang baru ini, PG Tatan Sagita, tentu membuat Paraili atau biasa di sebut Topoyo 3 ini, bergeliat kearah yang lebih baik, dibawah kepemimpinan, seperti penataan batas batas desa dan dusun.

Selain penataan batas desa dan batas antar dusun, ia juga memanfaatkan hasil Tanah Kas Desa (TKD), untuk membenahi sejumlah ruas jalan dalam desa, baik penghubung antar dusun, sehingga tetap dapat dilalui oleh warga Desa Paraili, untuk akses antar dusun yang lain di Paraili.

“Selain itu, juga untuk kemudahan warga yang menggunakan ruas jalan tersebut, dalam mengangkut hasil kebun mereka, makanya dari awal kepemimpinan saya, lansung saya tinjau beberapa ruas jalan yang harus dibenahi, dananya ini ya dari TKD tadi” jelas Tatan Sagita.

Ia menuturkan jika, potensi penghaslilan TKD Paraili ini, kalau dimaksimalkan bisa mencapai ratusan juta, di atasnya tumbuh sawit dan jeruk manis, dan di garap oleh petani penggarap warga Desa Paraili yang tak punya lahan.

“Nah dari hasil TKD ini kemudian saya minta kepada aparatur desa untuk di gunakan membiayai pemeliharaan ruas jalan baik jalan antar dusun maupun jalan utama dalam Desa Paraili” tutur Tatan.

Namun lebih jauh, Ketua Paradah DPK Mamuju Tengah ini menyampaikan bahwa dalam rangka memastikan potensi TKD itu dapat dimaksimalkan, maka pihaknya akan segera membuat Peraturan Desa (Perdes) untuk semua aset Desa Paraili.

“Tidak terkecuali TKD, kami saat ini sedang menyusun Perdesnya, agar potensinya bisa kami maksimalkan genjot, dan dapat kami gunakan membangun Desa Paraili, karena saat ini, belum ada Perdesnya, maka potensi kebocoran juga mewarnai, ini nanti kalau ada Perdesnya, baru potensi kebocoran bisa kami tutupi, karena sudah ada sistem pengelolaannya yang jelas” pungkas Tatan.

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here