Balanipa, Katinting.com – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Dinkes Sulbar) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar dan pemerintah setempat melakukan respons cepat terhadap temuan 13 kasus klinis campak di wilayah kerja Puskesmas Matakali, Kecamatan Balanipa. Tindakan pengendalian segera dilaksanakan untuk mencegah penyebaran lebih luas.
BACA JUGA: KLB Keracunan Makanan di Tapalang, 26 Siswa Terdampak, Dinkes Sulbar dan BPOM Lakukan Investigasi
Plt. Kepala Dinkes Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan komitmen pemerintah dalam penanganan wabah.
“Langkah cepat ini merupakan implementasi visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, yang digagas Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakilnya Salim S Mengga, khususnya melalui Quick Wins Sulbar Sehat untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.
Tim kesehatan telah melakukan sejumlah langkah strategis:
1. Penyelidikan epidemiologi terhadap kontak erat pasien
2. Pengambilan spesimen dari kontak bergejala
3. Edukasi kesehatan tentang pencegahan campak
4. Koordinasi lintas sektor dengan pemerintah desa
5. Evaluasi cakupan imunisasi di wilayah terdampak
6. Sosialisasi melalui Posyandu tentang PD3I
dr. Nursyamsi mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit sangat menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. “Kami mendorong orang tua untuk melengkapi imunisasi dasar anak guna mencegah Kejadian Luar Biasa di masa datang,” tegasnya.
Upaya pengendalian ini diharapkan dapat membatasi penularan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap pentingnya imunisasi campak. (*)






