banner 728x90

Dinas PUPR Tanggapi Sorotan DPRD Soal Landscape RS Pasangkayu

banner 728x90

 

Sumarlin, Sekdis PUPR Pasangkayu

“Alasan efesiensi anggaran, konsultan mengakui tidak memasukan pondasi dan slop dalam item pekerjaan landscape RS Pasangkayu”

Pasangkayu, Katinting.com –  Setelah disorot oleh DPRD Pasangkayu, karena diduga dikerjakan asalan dan tidak direncanakan dengan baik, Sekdis PUPR Pasangkayu, Sumarlin, akhirnya menanggapi persoalan landscape RS Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Menurut Sumarlin, pihaknya sudah menegur pihak pelaksana soal timbunan pot bunga yang semestinya diisi tanah gambut, tapi malah diisi batu gunung.

Selain itu, DPRD juga melihat kejanggalan pot yang membentang beberapa meter itu. Pasalnya, bagian dalam beton dengan tinggi 60 hingga 100 cm sesuai elevasi tanah juga tidak diplester.

Parahnya lagi, menurut DPRD Pasangkayu, tembok tidak dipondasi dan tidak memiliki slop sebagai penguat. Sedang, beberapa pohon mati tak jauh dari titik pekerjaan juga masih berdiri tanpa ada upaya untuk menggeser.

Nemun, Sumarlin menjawab bahwa dalam RAB memang seperti itu. Soal pohon, lanjut Sumarlin, itu kendalanya adanya kabel bertegangan tinggi berada di atasnya. Ia sudah berkordinasi dengan pihak PLN soal itu.

Andi Nur Faisal, konsultan perencanaan proyek ini juga turut menanggapi. Dia menambah penjelasan soal pondasi dan slop. Sejak awal perencanaan, pondasi dan slop memang tidak dicantumkan dalam item pekerjaan.

“Sebab, itu cuma pot bunga, bebannya tidak terlalu berat. Jadi, tak dibutuhkan pondasi dan slop. Parabola yang masuk juga akan dipindahkan,” kata Nur Faisal saat RDP di ruang Komisi III DPRD Pasangkayu, Sulawesi Barat, Rabu, 2 Juni 2021.

Landscape bagi RS Pasangkayu sangat dibutuhkan. Selain penataan dan meminimalisasi genangan air di halaman, juga baik dari segi estetika (kerapihan). Itu kata direktur, Welly Patana Salu.

Itu sangat berkenaan dari segi medis. Karena, pasien akan merasa nyaman bila masuk rumah sakit. Dan, itu dapat mempercepat proses dalam penyembuhan.

Temuan DPRD Pasangkayu Terkait Proyek Diduga Bermasalah, Ini Bukan Yang Pertama Kali

Temuan DPRD soal dugaan pelanggaran seperti ini, bukan kali pertama terjadi. Misal, berdasarkan catatan media, proyek jembatan Pangiang beberapa tahun lalu, juga diduga dikerjakan asalan.

Bagaimana tidak, pondasi jembatan hanya berada berada di atas aspal tanpa galian. Karena desakan warga, akhirnya DPRD Pasangkayu turun dan meminta agar pondasi itu dibongkar.

Lalu, apa jadinya jika kontrol DPRD tidak berfungsi, dan kepedulian warga juga hilang, akankah pihak terkait melakukan perbaikan sebagaimana mestinya jika semua melakukan pembiaran.

Arham Bustaman

Bagikan
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Dinas PUPR Tanggapi Sorotan DPRD Soal Landscape RS Pasangkayu"