banner 728x90
Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa (kiri), Ket. Foto Hasil Tangkapan Video

Pasangkayu, Katinting.com – Anggota DPRD Pasangkayu, Sulawesi Barat meminta bupati Agus Ambo Djiwa mengklarifikasi pernyataan soal pasien positif corona di daerah ini.

Seperti yang disampaikan bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa melalui video yang diduga di rumah warga saat kedukaan tersebar ke sejumlah pengguna whatsApp.

“Hingga saat ini khusus di Pasangkayu, sudah satu positif corona, yang dua sudah positif tapi kami belum umumkan. Yang satu hasil tesnya, istrinya positif. Tikke kemarin, kita tes melalui swab, itu sudah positif. Dan di Patika satu orang sudah positif,” kata bupati Agus.

Dalam video yang berdurasi 2 menit 4 detik itu, bupati Agus Ambo Djiwa juga menyampaikan bahwa daerah ini sudah tidak nyaman lagi. Video tersebut diduga diabadikan pada Selasa, 14 April 2020.

Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk menghindari dan mengakhiri penyakit (virus corona) ini dengan cara menjaga sosial distancing dan physical distancing.

Karena pernyataan ini diduga keliru, Andi Yusuf meminta bupati Agus Ambo Djiwa untuk mengklarifikasi.

Pasalnya, menurut anggota DPRD Pasangkayu ini, pernyataan itu bisa meresahkan masyarakat khususnya warga desa Jengeng, Kecamatan Tikke Raya.

Seharusnya lanjut dia, bupati tidak boleh terlalu dini mengumumkan pasien positif. Apalagi pasian asal Tikke tersebut belum dinyatakan positif, karena hasil tes swab belum keluar.

Sedang Herman Yunus mengatakan, itu perlu disampaikan jika benar. Karena bisa mengingatkan warga menghindari penyebaran corona.

“Meski sudah ada positif, tapi perlu kehati-hatiaan dalam menyampaikan informasi. Sebab, jika data tidak sesuai, pemda harus klarifikasi,” kata anggota DPRD Pasangkayu itu.

Namun Nasruddin menyebut, apa yang disampaikan bupati terkait pasien positif itu bisa difahami.

Mestinya, tambah anggota komisi III DPRD Pasangkayu itu, tim gugus harus merespon cepat pernyataan bupati untuk diklarifikasi agar tidak membias.

Kabag Humas Dan Komunikasi Pimpinan Setda Pasangkayu, Tanwir Miliansyah saat dikonfirmasi secara terpisah, menjelaskan, bahwa yang dimaksud bupati itu, semua berdasarkan rapid tes.

“Hanya satu orang positif corona berdasarkan uji swab, sedang lainnya itu positif sesuai rapid tes. Itu belum ditahu, sementara menunggu hasil tes swab,” jelas Tanwir.

Arham Bustaman

Bagikan

Comment