Mamuju, Katinting.com – Pagi itu, Dusun Dolangan yang biasanya tenang tiba-tiba gempar. Jerit sunyi kematian datang dari sebuah rumah di Desa Salletto, di mana tubuh Mardina (38) terbaring tak bernyawa.
Udara lembab hutan tropis seakan ikut menahan nafas saat warga berkerumun, bisik-bisik ketakutan menyebar.
“Dia dibunuh. Oleh suaminya sendiri.”
Polisi bergerak cepat. Dalam empat jam, Bidin (47), suami korban, berhasil diringkus di kawasan hutan Salletto saat berusaha melarikan diri.
“Pelaku mengaku menjerat leher korban dengan sehelai selimut hingga tewas,” jelas Ipda Herman Basir, Kasi Humas Polresta Mamuju.
Motifnya cemburu, Bidin, lelaki berusia 47 tahun itu, tak tahan melihat istrinya kerap bertemu mantan suaminya. Amarah yang menggelegak, cemburu yang membara, berujung pada tindakan nekat, merenggut nyawa orang yang seharusnya ia lindungi.
Kini, ruang pemeriksaan Resmob Satreskrim Polresta Mamuju menjadi saksi bisu pengakuan pelaku.
Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ardi Sutriono, memuji kinerja tim namun mengingatkan masyarakat untuk menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwenang.
Sementara itu, di balik jeruji, Bidin mungkin baru menyadari, cinta yang seharusnya hangat seperti selimut, justru berubah menjadi alat pembunuh. (Fhatur Anjasmara)






