Mamasa, Katinting.com Katinting.com – Pusat Advokasi Hukum dan Hak-Hak Asasi Manusia (PAHAM) menggelar Dialog Kebudayaan bagi pasangan bakal calon kepala daerah (Cakada) Kabupaten Mamasa untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024.
Acara ini bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Kemitraan – The Partnership, dan dilaksanakan di Aula Hotel Sajojo.
Dialog tersebut menghadirkan tiga pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, yakni Ws-Hadir, Ruslan-Ida, dan Rodamas. Para calon memaparkan pandangan mereka mengenai kebudayaan, khususnya terkait dengan penghayat kepercayaan di Kabupaten Mamasa. Acara ini juga dihadiri oleh pimpinan lembaga adat, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan media.
Ketua Umum Penghayat Kepercayaan Ada’ Mappurondo Kabupaten Mamasa, Rein, turut menyampaikan kondisi kebudayaan di wilayah tersebut. Menurutnya, peran calon kepala daerah sangat penting dalam memastikan keberlanjutan kebudayaan lokal. Rein menekankan perlunya komitmen dari para calon untuk memasukkan aspek budaya dalam visi misi mereka.
Rein juga menjelaskan bahwa setelah terbitnya Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021, penghayat kepercayaan di Mamasa telah mendapat ruang yang lebih inklusif, terutama dalam bidang pendidikan. Saat ini, terdapat 84 penyuluh khusus yang mendukung pelaksanaan ajaran kepercayaan Ada’ Mappurondo, mulai dari tingkat SD hingga SMA.
“Anak-anak penghayat kepercayaan di Mamasa kini dapat mendaftarkan diri di sekolah dengan mencantumkan kepercayaan mereka dan diberi ruang khusus untuk melaksanakan ajaran mereka, sebagaimana yang dialami oleh pemeluk agama lainnya,” ujar Rein.
Melalui dialog ini, Rein berharap ketiga pasangan bakal Cakada dapat membangun Kabupaten Mamasa dengan visi misi yang kuat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan akses informasi dan mempermudah kegiatan ekonomi masyarakat. (Saldi)






