
Mateng, Katinting.com – Senin (07/02) di Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, pemerintah kabupaten (Pemkab) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mamuju Tengah, menggelar musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) pertama tahun 2023.
Kegiatan ini, dihadiri dan dibuka oleh Wakil Bupati Mamuju Tengah H Muh Amin Jasa, di dampingi oleh Sekertaris Kabupaten Mamuju Tengah Askary Anwar, Kepala Bappeda Mamuju Tengah Litha Febriani, Camat Pangale Abdul Muin, serta sejumlah Kepala OPD se-Mamuju Tengah, perwira penghubung TNI, Kapolsek Pangale, Tokoh masyarakat hingga perwakilan pemuda dan pemudi serta desa sekecamatan Pangale.
Musrenbang kali ini, mengambil tema Optimalisasi Pembangunan Infrastruktur untuk Pelayanan Dasar dan Daya Saing Daerah, dalam rangka peningkatan layanan dasar di sektor infrastruktur sarana prasarana transportasi, kesehatan, pendidikan, layanan publik, dan penataan kawasan perkotaan secara merata.
Olehnya dalam sambutan pembukaan Musrenbang, Wabup Mamuju Tengah H Muh Amin Jasa, mengemukakan bahwa ini dilaksanakan dalam rangka penyusunan rencana pembangunan daerah Kab. Mamuju Tengah tahun 2023 yang akan datang, mengacu dan mempertimbangkan visi, misi dan program kami sebagai kepala daerah.
“Tahapan ini penting untuk melakukan sinergitas, sinkronisasi dan intropeksi atau evaluasi kita terhadap pembangunan daerah, tujuannya adalah untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi, dan kesepakatan usulan rencana kegiatan pembangunan desa yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah di kecamatan” terang Amin.
Karenanya, peran aktif pemangku kepentingan dalam Musrenbang sangar dibutuhkan. Peran dan komitmen dari pemangku kepentingan inilah kunci keberhasilan suatu program pembangunan, besarnya komitmen tergantung sejauh mana pemangku kepentingan melibatkan diri dalam proses perencanaan.
“Untuk itu, kita tentu harus mahfun, ketika banyak kepentingan yang mewarnai setiap tahapan Musrembang mulai dari desa, kecamatan sampai kabupaten, ini bukti bahwa kehendak untuk membangun daerah itu luar biasa, kehendak ini lahir dari berbagai pihak, namun sangat ditentukan oleh berbagai pihak yang terkait yang dikenal dengan pemangku kepentingan” beber Amin.
Terpisah, salah seorang tokoh masyarakat di Pangale Muh Kasim, dalam kesempatan memberikan testimoninys terkait MUsrenbang yang dilaksanakan di Kecamatan Pangale, menadukan beberapa persoalan, terkait posisi Pangale, sebagai gerbang selatan dari wilayah Kabupaten Mamuju Tengah.
Ia berharap kiranya, dalam Musrenbang juga dapat diusulkan agar di Pangale, Pemkab Mamuju Tengah, membangun sebuah identitas Mamuju Tengah, sehingga tak kala, orang yang baru masuk wilayah Mamuju Tengah dan atau ketika kita masuk wilayah Pangale, kita tersadarkan bahwa kita sudah berada di Mamuju Tengah.
“Tentu dengan dibangunnya sebuah identitas diwilayah ini, maka akan menjadi penanda utuh, bahwa kita memang sudah berada di Pangale, dengan demikian kita sudah berada di Mamuju Tengah” harap Kasim.
Selain soal identitas wilayah, Ia juga menyampaikan bahwa dari beberapa kesempatannya berbicara dengan masyarakat di sembilan desa di Pangale, masyarakat selalu menyuarakan soal peningkatan infrastruktur jalan mereka.
“Karenanya, ini juga masih menjadi penting kedepan, untuk tetap menjadi program utama Pemkab Mamuju Tengah di wilayah Kecamatan Pangale” pungkas Kasim.
(Fhatur Anjasmara)






