Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Di Malunda, Kapolda Pastikan Pendistribusian Logistik Merata

Kapolda Sulbar, Irjen Pol Dr. Eko Budi Sampurno gunakan motor trail jangkau lokasi pengungsian di Malunda. (Dok. Humas Polda Sulbar)

Mejene, Katinting.com – Hari ketiga pasca gempa berkekuatan 6,2 Magnitudo, Kapolda Sulbar, Irjen Pol Dr. Eko Budi Sampurno, M.Si bersama Wakapolda Sulbar mengunjungi korban gempa di Kecamatan Malunda, Kecamatan Majene.

Diketahui, titik pusat gempa diperkirakan berada di 6 kilometer timur laut Kabupaten Majene Sulbar. Gempa yang terjadi Kamis 14 Januari 2021 sekira pukul 14.35 WITA dengan durasi sekitar 5 hingga 7 detik dengan kekuatan 5,9 magnitudo dan terdapat gempa kedua dengan skala yang lebih besar yaitu 6,2 magnitudo yang terjadi Jumat 15 Januari 2021 sekira pukul 02.28 WITA dini hari

Kunjungan tersebut baru sempat dilakukan pasalnya wilayah Mamuju juga mengalami kerusakan yang cukup parah belum lagi, Kapolda juga terus menerima kunjungan dari Pemerintah Pusat seperti menteri yang datang untuk memberikan bantuan kepada para korban.

Kapolda Sulbar tiba di lapangan sepak bola Tassinara Kecamatan Malunda dengan menggunakan Helicopter Bell 412 dari Baharkam Mabes Polri selanjutnya mengunjungi Dusun Aholeang Desa Mekatta dimana lokasi tersebut menimbun tiga orang dan merusakkan rumah sebanyak 10 KK.

Hanya saja, kondisi jalan menuju lokasi masih sulit dilalui karena material longsor sehingga Kapolda dan para rombongan beralih ke Posko pengungsian di Batu Lotong Kota Tinggi dan Posko SMK Kota Tinggi menuju Posko Induk Bukit Tinggi guna mengecek Kekuatan Personil, Ketersediaan bahan makanan dan Dapur umum serta bantuan sembako yang ada, Minggu (17/1).

Kapolda menyampaikan, pihak BMKG masih memberikan status Siaga gempa di wilayah Sulawesi Barat khususnya di Kecamatan Malunda Kabupaten Majene dan belum mencabut status aman.

Untuk itu, para warga masih tetap diminta untuk mengevakuasi diri ke area ketinggian namun tetap menjauhi daerah perbukitan yang rawan longsor.

Bersamaan dengan itu, pihaknya juga meminta kepada para pengungsi agar tidak khawatir dengan persedian logistik.

“kami pastikan setiap bantuan akan tersalurkan secara merata hingga kondisi kembali normal. Setiap pendistribusian logistik akan dikawal oleh Kepolisian guna menghindari penjarahan di jalanan,” kata Kapolda.

Kapolda juga meminta agar dapur umum menyediakan makanan bergizi seperti sayur-suran dan lauk pauk yang memadai untuk personil dan relawan yang ada di posko sehingga petan mereka melayani masyarakat tetap maksimal dan efektif.

Setelah dari lokasi tersebut, Kapolda dan rombongan melanjutkan perjalan lewat darat memantau sekaligus mengecek situasi dan kondisi Posko pengungsian sepanjang jalan.

(Humas Polda Sulbar/Zul)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat