Mamuju, Katinting.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan langkah nyata dalam menjaga vitalitas aparatur pemerintah melalui pelaksanaan skrining deteksi dini faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Ahli Teknologi Terapan (TATT), dan anggota Dharma Wanita Persatuan di lingkungan Bapperida Sulbar.
Pelaksanaan skrining yang digelar secara simultan oleh UPTD Puskesmas Rangas Mamuju ini berlangsung di Aula Kantor Bapperida Sulbar pada Senin (8/12/2025). Melalui fasilitas layanan PTM mobile, para peserta menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan penting, mulai dari pengukuran tekanan darah hingga pengecekan kadar gula darah dan identifikasi faktor risiko lain yang mendasari potensi penyakit kronis. Semangat tinggi terpancar jelas dari para peserta sepanjang kegiatan berlangsung.
Plt. Kepala Bapperida Sulbar, Darwis Damir, menggarisbawahi pentingnya skrining ini sebagai langkah awal vital dalam menjaga kualitas sumber daya manusia aparatur pemerintah. “Deteksi dini ini merupakan upaya preventif yang strategis demi menjaga kesehatan pegawai serta meningkatkan kesadaran akan risiko penyakit yang kerap datang tanpa gejala signifikan,” ujarnya tegas.
Darwis juga menekankan bahwa penanganan kesehatan aparatur tidak bisa dilepaskan dari visi besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, khususnya program “Sulbar Sehat.” Ia menegaskan bahwa aksi ini sejalan dengan tekad Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga demi mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera melalui pilar kesehatan masyarakat.
Kegiatan penting ini sepenuhnya didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mamuju Tahun Anggaran 2025 dan dilaksanakan oleh tenaga profesional Puskesmas Rangas. “Kami sangat mengapresiasi peran serta Puskesmas Rangas yang telah memberikan pelayanan kesehatan secara langsung. Pemeriksaan rutin seperti ini esensial bagi memastikan agar para pegawai tetap prima dan dapat menjalankan tugasnya secara optimal,” kata Darwis.
Dengan hasil skrining yang diperoleh, peserta dapat memahami secara lebih mendalam kondisi kesehatan masing-masing, sekaligus mempersiapkan langkah pencegahan yang terukur demi meminimalisir risiko penyakit kronis. Bapperida Sulbar berharap kegiatan serupa dapat menjadi program berkala, yang tidak hanya menyegarkan tubuh tetapi juga mengokohkan fondasi kesehatan aparatur pemerintah secara menyeluruh. (*/Fhatur Anjasmara)






