Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Desak Percepatan Penuntasan 300 Titik Blankspot, Gubernur Didampingi Kepala Bapperida dan Kadis Kominfo Temui BAKTI

Jakarta, Katinting.com – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, secara langsung mendorong percepatan penyelesaian masalah blankspot atau daerah tanpa sinyal telekomunikasi di wilayahnya. Desakan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo, Fadhilah Mathar, di Jakarta, Kamis (25/09).

Gubernur Sulbar dalam pertemuan ini, didampingi oleh Kepala Bapperida Junda Maulana dan Kadis Kominfo Muhammad Ridwan, menjadi bagian menandai upaya serius Pemprov Sulbar menyelesaikan kendala infrastruktur digital yang selama ini menghambat pembangunan sosial ekonomi daerah.

Baca juga; Kominfo Sulbar Siap Dukung Sukses Program Pastipadu lewat integrasi data digital, publikasi dan penyediaan akses internet

“Pemerataan akses digital adalah syarat mutlak untuk mewujudkan Panca Daya Sulbar. Kenyataan di lapangan, masih ada sekitar 300 titik blankspot yang menjadi tantangan serius,” tegas Gubernur Duka dalam pertemuan tersebut.

Menanggapi hal itu, Fadhilah Mathar mengapresiasi komitmen Pemprov Sulbar yang telah menyelesaikan sebagian blankspot. Namun, ia menekankan bahwa kolaborasi yang lebih cepat mutlak diperlukan agar akses internet di desa-desa terpencil segera terwujud. “Kerja sama percepatan sangat dibutuhkan,” ujar Mathar.

Data BAKTI Kominfo mencatat, hingga 2025 ini, layanan internet telah hadir di 672 lokasi layanan publik di seluruh kabupaten di Sulbar. Rinciannya meliputi 565 titik pendidikan, 72 kantor pemerintahan, 19 fasilitas kesehatan, dan 3 rumah ibadah.

Untuk terus memangkas blankspot, pada tahun ini ditargetkan pembangunan 46 Base Transceiver Station (BTS) baru. Tiga BTS 4G di Kabupaten Mamuju Tengah dilaporkan telah selesai dibangun pada tahap awal.

Yang lebih ambisius, BAKTI menargetkan penambahan 161 titik layanan publik baru pada 2026. Target tersebut akan menyasar 58 titik pendidikan, 83 kantor pemerintahan, 17 fasilitas kesehatan, 2 rumah ibadah, dan 2 lokasi wisata.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Pemprov Sulbar, seperti Kepala Bapperida Sulbar Junda Maulana dan Plt. Kepala Dinas Kominfostat Muhammad Ridwan Djafar, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani isu ini.

Kolaborasi Pemprov Sulbar dan BAKTI Kominfo diharapkan menjadi terobosan untuk mempercepat pemerataan infrastruktur telekomunikasi. Harapannya, masyarakat Sulbar tidak lagi tertinggal dalam mengakses pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan peluang ekonomi digital. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat