Mamuju, Katinting.com – Sungai tak sekadar alur air; ia denyut nadi kehidupan. Bapperida Sulawesi Barat, mewujudkan Panca Daya Ketiga Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Salim S. Mengga, menguatkan koordinasi lintas sektor untuk selamatkan sumber daya air (SDA). Pertemuan dengan Sekretariat TKPSDA dan BWS Sulawesi V, Selasa (27/1/2026), jadi titik tolak sinkronisasi kebijakan.
Baca juga; Kolaborasi Bapperida-DJPb, Lawan Kesenjangan, Target Pacu Ekonomi Sulbar ke 6%
Kepala Bapperida Amujib soroti DAS Karama (luas 4.500 km²), pengair utama lahan sawah dan tambang yang kini terhimpit erosi, limbah industri, serta sampah kontribusi 30% irigasi Sulbar berisiko runtuh.
“Integrasi mutlak: BWS kawal sungai, daerah jaga darat agar pencemaran tak meresap,” tegas Amujib.
Ia sindir pembangunan konvensional “Tak cukup jalan dan gedung; prioritas SDM berlingkungan, regulasi selaras nasional—RPJMN 2025-2029 untuk dampak abadi.”
Pertemuan ini pionirkan harmoni pusat-provinsi-kabupaten, SDA berkelanjutan, banjir terkendali, ekonomi hijau. Tanpa itu, DAS Karama bukan lagi penyelamat, melainkan peringatan. (*/Fhatur Anjasmara)






