Mamuju, Katinting.com – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, menegaskan bahwa kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan fondasi utama untuk membangun kinerja birokrasi yang profesional dan responsif. Penegasan ini disampaikan saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di lingkungan Pemprov Sulbar pada Rabu (17/12).
BACA JUGA: Proses Akhir: Peserta Seleksi JPT Pratama Sulbar Jalani Paparan dan Wawancara oleh Pimpinan Daerah
Wagub menyampaikan tiga poin koreksi mendasar sebagai upaya penguatan disiplin dan tanggung jawab ASN:
1. Patuh pada Aba-Aba: Seluruh peserta upacara harus benar-benar mematuhi perintah pimpinan upacara. Saat sikap sempurna dikomandankan, tidak boleh ada lagi gerakan.
“Biasakan ketika mengambil sikap sempurna, seluruhnya diam. Dari sini terlihat siapa yang benar-benar disiplin,” tegas Wagub Salim S Mengga.
2. Sistem Kehadiran yang Tertib: Wagub meminta Sekretaris Daerah untuk menata sistem kehadiran ASN secara terukur dan akurat. Data kehadiran yang jelas (hadir, izin, sakit, tanpa keterangan) akan menjadi bagian penting dari pembinaan dan pertimbangan pengembangan karier.
3. Tepat Waktu: Peserta upacara harus sudah siap di lapangan 20 menit sebelum acara dimulai. Keterlambatan tidak dapat ditoleransi, dan yang terlambat akan berdiri di luar barisan.
“Kita tidak mungkin bisa bekerja dengan baik kalau mengatur diri sendiri saja tidak mampu. Biasakan mendengar perintah dan taat,” pungkasnya.
Melalui momentum Hari Kesadaran Nasional ini, Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wagub Salim S. Mengga berkomitmen memperkuat budaya disiplin sebagai dasar meningkatkan kinerja pelayanan publik. (*/AR)






