Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Bupati Sutinah Suhardi Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Doa dan Dzikir

Gubernur Suhardi Duka bersama istri dan Bupati Mamuju saat menggelar dzikir dan tausiah menyambut HUT RI Ke-80 di Rujab Sapota Mamuju.

Mamuju, Katinting.com – Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dengan merenungi arti kemerdekaan dan memperbanyak doa.

Ajakan ini ia sampaikan saat menggelar dzikir dan tausiah bertema “Menuju Indonesia Tanpa Maksiat” yang juga dihadiri Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan OPD lingkup Pemkab Mamuju di Sapota, Rumah Jabatan Bupati Mamuju, Kamis malam, (14/8).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 RI yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Mamuju. Selain lomba-lomba, Pemkab Mamuju juga menggelar dzikir bersama sebagai wujud rasa syukur dan permohonan keberkahan bagi daerah.

“Momentum HUT RI ini adalah waktu yang tepat untuk merenungi bagaimana kemerdekaan diraih dan bagaimana kita sebagai rakyat mengisinya. Kita berdoa agar daerah kita selalu diberkahi dan dilindungi dari hal-hal yang tidak baik,” ujar Sutinah.

Dzikir dan tausiah menghadirkan Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi, Ustadz H. Erwin Febriadi Hamzah, S.Sos., Lc., M.Pd. Kehadirannya, menurut Sutinah, adalah bentuk hubungan baik antara Pemerintah Kabupaten Mamuju dan para tokoh agama.

Bupati perempuan pertama di Sulawesi Barat ini juga menyampaikan doa dan harapan bagi kemajuan daerah. “Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Semoga kita semua bisa memberikan kontribusi terbaik bagi daerah dan bangsa. Indonesia semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, dan Mamuju semakin keren,” harapnya.

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, mengapresiasi inisiatif Pemkab Mamuju yang menghadirkan kegiatan keagamaan dalam rangkaian HUT RI.

“Dzikir bersama ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan tidak hanya diisi dengan pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan akhlak dan moral bangsa. Jika rakyatnya berakhlak baik, daerah akan maju, negara pun akan kuat,” ungkap Gubernur Suhardi Duka. (Zulkifli)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat