Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Bupati Pasangkayu Bawa Kepala Desa Belajar Keuangan dan Pengelolaan BUMDes di Banyuwangi

Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa dan rombongan melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi.

Banyuwangi, Katinting.com – Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa  bersama para kepala Desa berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur. Kedatangannya bersama para Kepala Desa untuk memperluas wawasan tentang pelayanan publik dan berbagai inovasi yang dikembangkan di Banyuwangi.

Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa mengatakan kedatangannya ke Banyuwangi untuk sharing banyak hal. Mulai dari sistem pengelolaan keuangan desa, administrasi pemerintahan desa, dan pengelolaan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).

“Saya sering mendengar kalau Banyuwangi memiliki sistem perencanaan keuangan desa yang bagus dan sudah berbasis online. Kali ini, kami bawa seluruh kepala desa dan lurah untuk belajar langsung kemari supaya mereka bisa mengasah skill dan mampu mengelola keuangan desa dengan maksimal. Dengan demikian, dana besar yang dikucurkan pemerintah pusat untuk desa benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Agus, melalui rilis, Rabu (28/2).

Agus datang bersama 60 orang rombongannya yang terdiri dari Kapolres, Komandan Kodim (Dandim), sekretaris daerah (sekda), staf ahli, kepala SKPD terkait, serta seluruh kepala desa dan kepala kelurahan di wilayah Kabupaten Pasangkayu. Mereka berada di Banyuwangi selama tiga hari hingga Rabu (27/2) .

Selama di Banyuwangi, rombongan dari Pasangkayu mengeksplorasi sejumlah lokasi pelayanan publik di Bumi Blambangan. Mulai dari Lounge Pelayanan Publik, Kantor Kecamatan Licin, dan Smart Kampung Desa Taman Sari di Kemacatan Licin.

“Termasuk ke Mal Pelayanan Publik (MPP). Kami juga ingin belajar tentang pelayanan perijinan terpadu satu pintu yang telah diterapkan di mal PP Banyuwangi. Dalam waktu dekat, kami juga ingin membikin mal PP di daerah kami untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen atau perizinan,” jelas Agus.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan, banyaknya daerah yang datang ke Banyuwangi, bukan berarti Banyuwangi lebih unggul.

“Sebenarnya, Banyuwangi sendiri masih terus berbenah di tengah banyak keterbatasan yang kami miliki. Terimakasih Bapak-Bapak telah menjadikan Banyuwangi sebagai jujugan benchmarking, mudah-mudahan kedatangan bapak ke Banyuwangi ini bisa mendapatkan ilmu seperti yang diharapkan,” kata Anas.

Banyuwangi juga memiliki program penguatan desa “Smart Kampung’. Program ini mendorong pelayanan desa berbasis teknologi informasi (TI).

“Dengan Smart Kampung, secara bertahap administrasi cukup diselesaikan di desa. Tentu ini butuh TI karena yang berjalan adalah datanya, bukan orangnya sehingga pengurusan dokumen lebih efektif dan efisien,” jelas Anas.

(ADV)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat