Mamuju, Katinting.com – Dalam respons terhadap meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi basah di Sulawesi Barat (Sulbar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar telah proaktif meningkatkan kesiapsiagaan dan pencegahan dengan pembentukan tim tanggap bencana dan pendirian Posko Tim Reaksi Cepat (TRC).
Kepala BPBD Provinsi Sulbar, Amir Maricar, menegaskan langkah-langkah strategis telah dilakukan untuk menghadapi potensi bencana akibat perubahan anomali cuaca.
“Kami telah membagi tim tanggap bencana ke dalam empat regu, dengan masing-masing beranggotakan delapan orang. Setiap regu akan bertugas menjaga posko TRC selama delapan jam,” ujar Amir.
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Pj. Gubernur Sulbar, Prof. Zudan, tentang kesiapsiagaan dan pencegahan bencana hidrometeorologi basah, mencakup banjir dan tanah longsor, yang diperkirakan akan meningkat seiring dengan intensitas hujan yang tinggi di wilayah tersebut.
“Kami telah memastikan bahwa seluruh peralatan Early Warning System (EWS) berfungsi dengan baik, sebagai bagian dari upaya kami untuk meminimalisir dampak bencana alam,” tambah Amir.
BPBD Sulbar mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi basah. Melalui kerjasama yang erat antara pemerintah daerah, komunitas, dan individu, diharapkan potensi kerugian akibat bencana dapat diminimalisir.
Langkah-langkah proaktif BPBD Sulbar ini menunjukkan komitmen kuat dalam mengelola risiko bencana di wilayah tersebut, sekaligus meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap perubahan cuaca dan tantangan lingkungan yang ada.
(*)






