
Mamuju, Katinting.com – Data kasus positif Covid-19 di Sulawesi Barat bertambah 2 orang sehingga totalnya 37 orang. Dimana tambahan tersebut berasal dari Kabupaten Pasangkayu sehingga total positif Covid-19 di Pasangkayu 5 orang.
Tambahan data tersebut telah disampaikan oleh Safaruddin Sanusi DM, juru bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Barat dalam rilisnya kepada Katinting.com Selasa 28 April 2020.
BACA JUGA : Positif Covid-19 Sulbar Bertambah 2 Orang dan 1 Sembuh
Sementara itu, dalam rilis yang disampaikan juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid19 Pasangkayu, Suri Fitriah membenarkan ada ketambahan jumlah positif Covid-19 asal Pasangkayu sebanyak 2 orang sehingga total jumlaj positif Covid Kabupaten Pasangkayu berjumlah 5 orang.
Adapun inisial Tn. MN dan NySk adalah suami istri beralamat Bukit Panjang Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu.
Lebih lanjut dijelaskan, riwayat perjalanan dari tambahan kasus hari ini adalah, pada tanggal 18-23 Maret 2020, melakukan perjalanan dari Gowa mengikuti tablik akbar, singgah di Majene, Mamuju, Masjid Pasangkayu bermalam 1 malam setelah itu lanjut perjalanan tiba di Polewali tanggal 23 Maret Maret 2020.
Tanggal Pemantauan 24 Maret 2020 yang dilakukan Tim Covid-19 PKM Bambalamotu. Pada tanggal 3 April 2020, ODP tersebut Ke PKM bersama Istri melakukan Pemeriksaan dengan keluhan istri demam, batuk dan nyeri tenggorokan.
Pada tanggal 8 April 2020 keduanya (suami-istri) dilakukan pemeriksaan rapid test. Rapid test pertama hasil Non-Reaktif (Negatif) pada tanggal 18 April 2020 pemeriksaan rapid kedua hasilnya samar-samar sehingga kami konsultasikan ke dokter Patologi RSUD, dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan Rapid yang ketiga (20/4/2020) menggunakan serum untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
“Saat ini kedua orang dimaksud tengah melakukan isolasi mandiri dalam pengawasan gugus tugas penangan covid Kabupaten Pasangkayu,” jelas Suri Fitriah.
Suri Fitriah juga menyampaikan, kiranya kita semua aktif turut serta berperan dalam memutus mata rantai virus Covid-19 ini dan mentaati anjuran pemerintah, pintanya.
(Yuti/Arham)






