Mamuju Tengah, Katinting.com – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka didampingi Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Budong-Budong di Mamuju Tengah, Sabtu (11/10). Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan percepatan dan ketepatan waktu proyek strategis nasional (PSN) senilai Rp 1,2 triliun yang danainya bersumber dari APBN tersebut.
Baca juga; Kompensasi Tahap II Terdampak Bendungan Budong budong, Ditunaikan Balai
Dalam peninjauan di Desa Salulebbo, Kecamatan Topoyo, Junda Maulana menegaskan komitmen pemerintah daerah. “Pembangunan bendungan ini sejalan dengan visi-misi Bapak Gubernur. Beliau ingin memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan tepat waktu,” ujarnya.
Junda menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak, terutama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu. “Ini tidak terlepas dari peran seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah, yang bekerja keras mewujudkan pembangunan yang efektif, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat,” beber mantan Penjabat Bupati Mamuju Tengah pertama itu.
Guna mempercepat penyelesaian PSN ini, Junda menekankan perlunya kolaborasi dan koordinasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah. Ia juga berharap setiap kendala di lapangan dapat diselesaikan segera agar target penyelesaian tidak molor. “Apabila terjadi kendala dan permasalahan di lokasi pekerjaan, harus mampu segera dituntaskan sehingga pekerjaan dapat selesai tepat waktu,” pungkasnya.
Bendungan Budong-Budong ditargetkan memberikan dampak ekonomi signifikan. Secara teknis, bendungan ini dirancang untuk mereduksi debit banjir sebesar 89,16 m³/detik dan mengairi jaringan irigasi seluas 3.577 hektare. Selain itu, bendungan akan menyuplai air baku sekitar 410 liter per detik serta memiliki potensi pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,6 Mega Watt. (*/Fhatur Anjasmara)






