Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Bendungan Budong-budong, Pilar Utama Ketahanan Pangan Mamuju Tengah

Mamuju Tengah, Katinting.com – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), mendatangi proyek strategis nasional Pembangunan Bendungan Budong-Budong di Desa Salule’bo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sabtu (11/10). Kunjungan ini bertujuan memastikan percepatan fisik dan kelancaran pekerjaan hingga rampung sesuai jadwal.

Baca juga; Bapperida Sulbar; Proyek Strategis Nasional di Mamuju Tengah Dorong Ketahanan Pangan dan Pengendalian Banjir

Dalam peninjauan, Gubernur didampingi Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulbar.

“Saya bersama Pak Kapolda mengecek sisi keamanan, dukungan masyarakat, serta progresnya. Alhamdulillah, laporan yang diterima baik. Ditargetkan 2027 selesai dan berfungsi optimal,” ujar Suhardi Duka di lokasi.

Bendungan dengan nilai investasi menembus Rp 1 triliun lebih ini memiliki multifungsi. Di antaranya, mengairi jaringan irigasi seluas 3.047 hektare, menyediakan air baku 0,41 m³/detik, listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 0,60 Megawatt, pengurangan dampak banjir periodik (Q50) sebesar 330,87 m³/detik, serta membuka potensi pariwisata baru.

Gubernur menegaskan, Bendungan Budong-Budong merupakan infrastruktur kunci pemacu pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan di Sulawesi Barat, khususnya Mamuju Tengah.

“Bendungan ini sangat strategis. Keberadaannya akan mengakhiri ketergantungan pasokan beras dari luar daerah. Dengan bendungan beroperasi optimal, kemandirian pangan dapat diwujudkan. Ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto,” tegasnya.

Lebih lanjut, SDK memberikan sejumlah catatan kritis kepada kontraktor pelaksana proyek. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat, pemberdayaan pengusaha lokal, dan mitigasi dampak lingkungan.

“Saya ingatkan, pengawasan harus ketat. Libatkan pengusaha lokal, dan yang tak kalah penting, mitigasi lingkungannya. Jangan sampai ekosistem sekitar rusak,” pungkas Gubernur. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat