Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Bapperida Dorong Hilirisasi Riset

Mamuju, Katinting.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulawesi Barat menggelar apel pagi rutin di Ruang RPJMD Kantor Bapperida Sulbar, Kamis (16/4/2026). Pertemuan ini sebagai ajang konsolidasi internal untuk memperkuat kualitas perencanaan pembangunan dan mendorong hilirisasi riset di Sulawesi Barat.

Langkah ini merupakan wujud nyata penguatan tata kelola pemerintahan yang baik, sejalan dengan visi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka melalui misi kelima Panca Daya Pembangunan Sulawesi Barat.

Dalam arahannya saat memimpin apel, Sekretaris Bapperida Sulbar, Suhamta menyampaikan pandangan yang berkembang dalam rapat Komisi III DPRD Sulbar terkait pelaksanaan Musrenbang. Ia menekankan pentingnya penguatan substansi di setiap tahapan perencanaan agar tidak terjebak pada kesan seremonial semata.

“Fungsi Bapperida harus diperkuat secara substansial, bukan sekadar pelaksana kegiatan. Seperti Musrenbang yang dianggap seremonial. Meskipun kita telah berupaya maksimal melalui forum kabupaten, desk berbagai urusan bersama perangkat daerah, hingga mengakomodasi aspirasi masyarakat yang diserap anggota DPRD pada saat reses, kita tetap harus terbuka terhadap evaluasi demi memastikan setiap tahapan berjalan sesuai esensinya.”, kata Suhamta.

Pada kesempatan ini, rapat dilanjutkan dengan sesi paparan dari masing – masing kepala bidang terkait hasil dari pelaksanaan kegiatannya selama sepekan.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Sulbar, Hasanuddin menyampaikan hasil pertemuannya saat mendampingi Kepala Bapperida Sulbar bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berupa rencana untuk melakukan kesepakatan kerja sama antara Pemprov Sulbar dengan BRIN. Untuk itu, ia meminta seluruh bidang segera memetakan produk dan isu strategis untuk dikerjasamakan dalam skema riset nasional tersebut.

Di sisi lain, aspek infrastruktur turut menjadi sorotan. Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Sulbar, Arjanto memaparkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) bersama Bappenas terkait konektivitas tematik. Ditemukan adanya tumpang tindih (overlap) aktivitas logistik komoditas unggulan di beberapa pelabuhan, seperti Pelabuhan Feri, Pelabuhan Mamuju, dan Belang-belang.

“Bappenas menyarankan adanya regulasi spesifik yang mengatur pembagian komoditas di setiap pelabuhan. Hal ini penting agar tidak terjadi persaingan antar-pelabuhan yang justru bisa mematikan potensi satu sama lain. Kita ingin distribusi logistik, seperti komoditas pisang, memiliki jalur yang teratur dan efisien,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Bapperida Sulawesi Barat, Amujib, memberikan penegasan terkait arah kebijakan Pemprov Sulbar menyikapi dinamika perencanaan dan inovasi di daerah.
Amujib menekankan bahwa setiap tahapan perencanaan, termasuk Musrenbang, merupakan rangkaian penting dalam menyatukan visi pembangunan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.

“Masukan dari berbagai pihak adalah bagian dari evaluasi agar kita semakin tajam dalam menyusun rencana. Bapperida Sulawesi Barat harus memosisikan diri sebagai penggerak utama pembangunan, bukan hanya sekadar pelaksana teknis. Saya ingin memastikan setiap proses perencanaan, mulai dari pembahasan di kabupaten hingga tingkat provinsi, benar-benar menyentuh akar masalah dan memberikan hasil konkret yang berdampak positif bagi masyarakat,” tegas Amujib. (*/FA)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat