Katinting.com, Bontang – Anggota Komisi A DPRD Bontang, Arfian Arsyad, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yang menolak menerapkan sistem kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN). Ia menilai kebijakan tersebut tidak relevan dengan kondisi geografis dan kebutuhan pelayanan di Bontang.
“Bontang itu kota kecil dengan pelayanan yang bersifat langsung. Jangan korbankan pelayanan publik hanya demi tren gaya kerja,” tegasnya, Rabu (2/7/2025).
Menurutnya, sebagian besar ASN di Bontang terlibat langsung dalam pelayanan ke masyarakat. Penerapan WFA berisiko menurunkan kedisiplinan dan merenggangkan kontrol terhadap kinerja harian pegawai.
Ia menyebutkan, sistem kerja jarak jauh mungkin cocok untuk kementerian atau daerah metropolitan dengan infrastruktur digital yang mapan. Namun di Bontang, yang mengedepankan pendekatan langsung dan respons cepat terhadap aduan warga, kebijakan itu justru kontraproduktif.
Arfian juga mengingatkan bahwa ASN adalah garda depan pelayanan negara.
“Warga butuh kehadiran nyata. Bukan sekadar respons daring dari jauh,” katanya.
Ia berharap Pemkot Bontang tetap mempertahankan sistem kerja konvensional demi menjaga kualitas dan kedekatan pelayanan terhadap masyarakat.






