
Mamuju, Katinting.com – Vaksinasi anak berusia 12 sampai 17 sudah mulai di lakasakan di Mamuju. Hanya saja, antusias anak-anak untuk mengikuti vaksinasi masih sangat rendah.
Penyuntikan vaksin tahap pertama di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulbar hanya diikuti beberapa anak.
Kasubbid Yanmeddokpol RS Bhayangkara Polda Sulbar, Iptu dr Komang Indra Widyantara menuturkan, capaian vaksinasi usian 12 sampai 17 tahun dalam sehari tidak kurang dari 10 anak yang mengikuti vaksinasi.
“Untuk remaja dan anak jumlah animonya masih rendah masih kurang dari 10 orang dalam sehari. Vaksinasi akan terus dilakukan hingga ribun anak mendapatkan vaksin Covid-19,” kata dr Komang Indra Widyantara, Selasa (6/7).
Iptu dr Komang Indra mengatakan, vaksinasi untuk anak 12-17 tahun yang mulai dilakukan berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dalam proses vaksinasi tersebut berpedoman kepada anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
“Pada umumnya anak yang bisa dan tidak bisa divaksin sama dengan orang dewasa, seperti ada penyakit bawaan atau ukuran demanya berbeda dengan orang dewasa juga dilihat dari riwayat imunisasinya,” jelasnya.
Ia mengaku tidak memiliki target vaksinasi tetapi siapa saja yang mau mengikuti vaksinasi bisa langsung datang dan mendaftarkan diri di RS Bhayangkara Mamuju. “Berapapun yang datang seketika stok masih mencukupi maka kita akan layani,” pungkasnya.
Sementara Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraenny Anwar saat meninjau vaksinasi anak di RS Bhayangkara, sekaligus mengantarkan cucunya yang berumur 12 tahun untuk divaksin mengajak kepada seluruh orang tua agar bisa mengikutsertakan anaknya agar di vaksin.
“Saya menghimbau orang tua untuk segera melakukan vaksin, dimana mereka adalah tunas muda yang akan memajukan daerah kita, sehingga mereka bisa sehat dan bisa bersekolah kembali,” tutupnya.
Dia juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak termakan dengan infomasi hoaks mengenai vaksin. Katanya, masyarakat harus lebih teliti dan menyaring dan mengecek kebenaran informasi tersebut. “Saya sudah divaksin, saya tidak merakana apa-apa bahkan saya merasa tambah sehat setelah divaksin,” ungkapnya.
Apalagi sebelum di suntik vaksin, calon penerima vaksin terlebih duludicek suhu tubuhnya dan diskrining terkait riwayat penyakit.
Setelah itu petugas memeriksa tensi darah. Selanjutnya, penyuntikan vaksin dilakukan. Seusai divaksin, anak-anak diminta menunggu untuk observasi guna mengetahui ada atau tidak dampak vaksin tersebut terhadap tubuh mereka.
(ADV/Zulkifli)






