Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang Nursalam usai melaksanakan Rapat Paripurna Lantai III Sekwan
banner 728x90

KATINTING.COM, Bontang – Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang Nursalam menyoroti antrian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi Pertalite di Kota Bontang.

Sebab antrian itu hingga saat ini terus mengular setiap hari, padahal BBM subsidi Pertalite tidak langka. Apalagi yang selalu mengantri jenis kendaraan yang sama.

Kedua SPBU yang mengalami antrian mengular tiap hari, yaitu SPBU UD Akawy di Jalan MT Haryono dan SPBU Kopkar di Jalan Brigjen Katamso.

“Ada tidak upaya pemerintah campur tangan karena ini di daerah kita,” ujarnya saat interupsi di Ruang Rapat Paripurna Sekretariat DPRD Bontang, Senin (18/9/23).

Dirinya memaklumi usaha penjual bensin eceran, tetapi di sisi lain ada masyarakat yang memang digunakan hanya sebagai konsumtif kadang tidak kebagian.

Sementara BBM Pertalite selalu dikirim ke Kota Bontang dan selalu menyesuaikan dengan jumlah dan kebutuhan penduduk.

“Coba OPD terkait melakukan langkah-langkah mengatur ini karena tidak ada kelangkaan,” imbuhnya.

Di waktu berbeda, Wakil walikota Bontang Najirah mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan beberapa upaya dalam meminimalisir antrian BBM.

Salah satunya dengan meminta kepada Pertamina dan juga ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH) untuk menambah kuota BBM subsidi Pertalite di Kota Bontang.

“Namun penambahan jadi kewenangan penuh BPH migas dengan melihat evaluasi serapan kota dan merujuk kemampuan APBN,” bebernya.

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here