Mamuju, Katinting.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat, Amujib, mengajak seluruh jajarannya untuk membangun perencanaan pembangunan yang berpijak pada empati dan kepekaan sosial. Arahan ini menjadi fondasi arah baru birokrasi yang lebih membumi, sekaligus wujud dukungan nyata terhadap program Pancadaya Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga.
BACA JUGA: Bapperida Sulbar di Dorong, Jadi Teladan Penanganan Kemiskinan dan Stunting
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat internal perdana pasca pelantikannya di Ruang Rapat Bapperida Sulbar, Rabu (21/01). Amujib menegaskan, perencanaan yang baik harus lahir dari pemahaman langsung terhadap realitas masyarakat, bukan sekadar dokumen administratif.
“Integritas perencana tidak hanya dinilai dari kebijakan yang ditulis, tetapi juga dari keselarasan sikap dan perilaku sehari-hari di ruang publik,” ujarnya.
Amujib menyatakan bahwa perubahan harus dimulai dari dalam organisasi. Ia menargetkan lingkungan internal Bapperida terbebas dari persoalan stunting dan anak putus sekolah sebelum mengadvokasi perubahan di tingkat masyarakat.
“Kita yang mengurusi persoalan dasar masyarakat seperti kemiskinan dan pendidikan, harus jadi teladan terlebih dahulu dalam membangun kesejahteraan keluarga sendiri. Ini bagian dari kontribusi nyata kita untuk Pancadaya,” tegas Amujib.
Di samping aspek empati dan keteladanan, ia juga mendorong peningkatan standar kinerja organisasi. Targetnya, Bapperida Sulbar mampu masuk nominasi sepuluh besar perencanaan pembangunan terbaik nasional pada 2027, sekaligus unggul dalam indikator penilaian seperti Reformasi Birokrasi, SAKIP, dan SPBE yang berpengaruh terhadap TPP pegawai.
Rapat yang dibuka oleh Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Hasanuddin, tersebut juga dimanfaatkan untuk konsolidasi internal melalui pengenalan seluruh personel dan jajaran kepala bidang.
Komitmen bersama pun disepakati untuk diwujudkan tidak hanya dalam tugas kedinasan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sebagai aparatur pemerintah. (*/AR)






