
Mateng, Katinting.com – Wakil Bupati Mamuju Tengah, Muh Amin Jasa dan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, melakukan pengguntingan pita sebagai simbol peresmian jembatan baru, yang membentang di atas sungai Budong budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Senin (01/11).
Jembatan yang di mulai pengerjaannya pertengahan tahun 2020 lalu ini, dinyatakan rampung, sejak di resmikan pada hari ini, oleh Wakil Bupati Mamuju Tengah dan Gubernur Sulbar, di dampingi Kepala Seksi Preservasi Jalan Nasional Sulbar, Ahmad, selanjutnya jembatan ini disebut jembatan duplikasi, yang menghabiskan anggaran Rp.30 miliar, dengan bentang 120 meter dan lebar 9 meter.
Kasi Preservasi Jalan Nasional Sulbar, Ahmad, dalam laporannya, menuturkan pembangunan jembatan duplikasi ini, akan menjadi pengurai kemacetan yang efektiv di waktu mendatang di jalur trans sulawesi, di Mamuju Tengah, mengingat kondisi jembatan terdahulu memang kedepan tak bisa diharapkan sebagai ponopang utama jalur trans nasional di lintas barat Sulawesi, sehingga dengan jembatan duplikasi ini, menjadi solusi penting kedepan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mamuju Tengah, Muh Amin Jasa, diresmikannya jembatan duplikasi yang di bangun di atas sungai Budong budong ini, akan menjadi pendukung utama baru di Mamuju Tengah, akan kebutuhan prasarana jalur transportasi
“Sehingga akan menopang tumbuh kembanag perekonomian di Bumi Lalla Tassisara, karena sarana transportasi yang kurang memadai, tentu saja di yakini tak bisa mendukung pertumbuhan ekonomi, semoga dengan jembatan baru ini, laju ekonomi kita makin membaik” terang Amin.
Ia mengemukakan, selain sebagai sarana transportasi, kehadiran jembatan duplikasi ini, menjadi ikon baru di Mamuju Tengah, yang akan menambah khasanah penataan wajah kota Mamuju Tengah mendatang.
“Jadi fungsi lainnya, mendukung mempercantik wajah kota Mamuju Tengah untuk saat ini dan di masa akan datang” ungkap Amin.
Sementara itu, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar atau ABM, sampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bupati Mamuju Tengah, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulbar dan masyarakat Mamuju Tengah, atas partisipasinya sehingga jembatan sungai Budong-budong dengan panjang 120 meter, lebar 9 meter, dapat kita selesaikan dengan baik.
“Ini membuktikan bahwa baik Pemprop maupun Pemkab Mamuju Tengah, kendati di masa pandemi Covid-19, masih bisa menuntaskan beberapa infrastruktur yang krusial untuk mendorong roda ekonomi masyarakat” ujar AMB.
Selain pembangunan jembatan duplikasi ini, pada tahun 2021 ini, juga Pemprop Sulbar melakanakan kegiatan di Mamuju Tengah, berupa peningkatan ruas jalan penghubung antara Tobadak VII dan Tobadak VIII dengan nilai kontran Rp.8,5 miliar untuk panjang kurang lebih 2 kilometer.
“Juga akses pelabuhan Babana, sepanjang 3 kilometer, sebesar Rp.3,6 miliar, yang di ambil dari Program Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 ini” tanda ABM.
(Fhatur Anjasmara)






